55tv.co.id – Pemerintah Indonesia kini tengah mengintensifkan penyelidikan terhadap dugaan praktik mafia yang menyelimuti peredaran beras fortifikasi di berbagai wilayah. Skala potensi kerugian yang terungkap sungguh mencengangkan, mencapai puluhan triliun rupiah, memicu kekhawatiran serius di kalangan masyarakat dan aparat.

Related Post
Langkah tegas ini diambil oleh Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional Bapanas Satgas Pangan Polri pemerintah daerah dan seluruh elemen penegak hukum. Mereka bersatu padu memperluas pengawasan guna membongkar modus operandi curang yang disinyalir dilakukan oleh oknum-oknum pengusaha. Para pelaku diduga memanfaatkan label beras fortifikasi untuk meraih keuntungan tidak wajar dari konsumen.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman sebelumnya telah memperkirakan dampak finansial dari praktik lancung ini. Potensi kerugian yang harus ditanggung oleh masyarakat sebagai konsumen diperkirakan mencapai angka fantastis Rp71 triliun. Sementara itu kerugian negara dari sektor subsidi pangan juga tidak kalah besar diproyeksikan menyentuh Rp56 triliun.
"Pemerintah saat ini sangat serius memerangi praktik-praktik curang yang dilakukan oleh sindikat mafia beras. Indikasi kuat menunjukkan adanya keterlibatan perusahaan-perusahaan besar dalam jaringan ini" tegas Menteri Amran.
Untuk memastikan penegakan hukum berjalan efektif pemerintah telah menggandeng Satgas Pangan yang beranggotakan unsur-unsur aparat penegak hukum termasuk TNI Polri dan Kejaksaan Agung. Kerja keras Satgas Pangan telah membuahkan hasil signifikan dengan menjerat 39 tersangka dari 38 kasus berbeda yang terkait dengan sindikat mafia beras ini.
Menteri Amran turut menjelaskan bahwa beras fortifikasi sejatinya merupakan inisiatif program pangan bergizi yang dirancang khusus untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah serta anak-anak yang berisiko mengalami stunting. Oleh karena itu harga jual produk ini seharusnya tidak jauh berbeda dengan harga beras jenis medium yang biasa beredar di pasaran.










Tinggalkan komentar