55tv.co.id – Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2026 diperkirakan hanya mencapai rentang 4,8 hingga 4,9 persen sebuah angka yang cukup mengejutkan. Angka ini jauh di bawah target ambisius yang ditetapkan pemerintah. Bahkan untuk keseluruhan tahun 2026 kinerja ekonomi tanah air diprediksi hanya mampu menyentuh 4,9 hingga 5,1 persen.

Related Post
Situasi ini tak lepas dari serangkaian tantangan berat yang membayangi ekonomi domestik. Memanasnya tensi geopolitik global menjadi pemicu utama disusul oleh dinamika kebijakan dalam negeri yang belum menunjukkan kepastian. Paruh pertama 2026 menjadi periode yang jauh lebih menantang dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun tekanan tarif resiprokal dari Amerika Serikat sempat mereda pada triwulan pertama lonjakan drastis harga energi akibat konflik militer di Timur Tengah langsung memukul telak biaya produksi sektor usaha nasional.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia M Faisal menggarisbawahi bahwa denyut perekonomian nasional pada semester pertama tahun ini menghadapi hadangan yang kian pelik. Menurutnya perpaduan guncangan eksternal dan kondisi internal akan terus menghambat akselerasi ekonomi hingga penghujung tahun.
"Kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 berada di angka 4,8 sampai 4,9 persen dan secara keseluruhan sepanjang 2026 berkisar 4,9 hingga 5,1 persen" ungkap M Faisal dalam analisisnya yang dikutip Minggu 2 Agustus 2026. Ia menambahkan kedua angka prediksi ini signifikan di bawah ekspektasi pertumbuhan ekonomi pemerintah mengingat masih banyaknya titik-titik rapuh yang berpotensi mengganggu kemapanan pertumbuhan hingga semester kedua.










Tinggalkan komentar