55tv.co.id – Gelombang keracunan massal yang mengguncang program Makan Bergizi Gratis MBG memicu reaksi keras dari pucuk pimpinan. Kepala Badan Gizi Nasional BGN Sudaryono secara terbuka meminta maaf kepada publik dan para korban. Ia juga berjanji akan menindak tegas pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian fatal ini. Insiden memilukan ini terjadi di berbagai wilayah padahal Sudaryono baru beberapa pekan memimpin BGN.

Related Post
Dalam sebuah konferensi pers di kantor BGN Jakarta Jumat 7 Agustus 2026 Sudaryono menegaskan komitmen lembaganya untuk menerapkan kebijakan tanpa kompromi. Ia menyatakan setiap dapur operasional yang bermasalah akan langsung dibekukan dan pimpinan satuan pelayanan pemenuhan gizi SPPG atau kepala dapur yang terbukti abai akan segera diberhentikan. Permintaan maaf khusus disampaikan kepada korban dan keluarga di Jepara Jogja Jayapura hingga Semarang yang terdampak.

Sudaryono menjelaskan tim penyelidik telah dikerahkan ke lapangan untuk mengungkap akar masalah kasus keracunan ini. Mereka bekerja sama dengan otoritas kesehatan lokal untuk menganalisis sampel pangan. Pencopotan pimpinan dapur bermasalah merupakan bagian dari kajian menyeluruh untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
Ia menambahkan jika kasus keracunan kembali terjadi atau disebabkan oleh kecerobohan fatal hal itu akan menjadi noda hitam bagi kinerja yang bersangkutan. Konsekuensinya bisa sangat serius mulai dari usulan pemutusan hubungan kerja bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja P3K di lingkungan BGN hingga tidak diperpanjangnya masa kontrak.
Data internal BGN menunjukkan puncak insiden keracunan MBG terjadi pada Oktober 2025. Angka korban keracunan saat itu mencapai lebih dari tujuh ribu jiwa tepatnya 7.061 orang. Peristiwa ini terjadi hanya sepuluh bulan setelah inisiatif unggulan kabinet Prabowo Subianto tersebut pertama kali diluncurkan.










Tinggalkan komentar