55tv.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia baru-baru ini melontarkan pernyataan mengejutkan terkait program hilirisasi yang gencar didorong pemerintah. Menurutnya, inisiatif strategis ini belum sepenuhnya mampu mendongkrak kemakmuran masyarakat luas, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi pusat aktivitas pertambangan dan pengolahan. Ironisnya, manfaat terbesar dari proyek-proyek bernilai tambah ini justru banyak dinikmati oleh korporasi asing atau perusahaan besar yang berpusat di ibu kota.

Related Post
Bahlil menegaskan, esensi hilirisasi seharusnya menjadi pilar utama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya bagi penduduk daerah penghasil sumber daya. Ia menekankan pentingnya agar masyarakat lokal dapat menjadi "tuan di negerinya sendiri". Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa banyak proyek pengolahan mineral justru dikuasai oleh investor mancanegara atau entitas bisnis raksasa yang operasionalnya terpusat di Jakarta, jauh dari lokasi tambang.

Mantan Kepala BKPM ini mengungkapkan alasan di balik dominasi pihak asing dalam proyek-proyek vital ini. Ia menjelaskan bahwa perbankan nasional masih menunjukkan keengganan untuk memberikan dukungan finansial. Proyek hilirisasi memang memerlukan suntikan modal yang sangat besar, dan sayangnya, beban bunga yang ditawarkan bank-bank domestik seringkali kurang kompetitif dibandingkan dengan lembaga keuangan asing. Situasi ini pernah memicu kritik pedas dari tokoh seperti almarhum Faisal Basri dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang mempertanyakan mengapa manfaat hilirisasi lebih banyak dirasakan oleh pihak luar.
Kendati demikian, Ketua Umum Partai Golkar tersebut melihat adanya secercah harapan. Konsolidasi seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah payung Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, atau yang dikenal sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia, diharapkan mampu mengubah peta pembiayaan. BPI Danantara diproyeksikan dapat mendorong partisipasi modal dari dalam negeri, membuka jalan bagi lebih banyak proyek hilirisasi yang didanai secara mandiri oleh bangsa sendiri.










Tinggalkan komentar