55tv.co.id – Kabar penting bagi pengguna kendaraan di Indonesia. Pemerintah akan segera menerapkan uji coba pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite mulai September 2026. Kebijakan ini secara spesifik menyasar kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi teratas atau yang masuk dalam desil 10. Langkah strategis ini diharapkan mampu memangkas anggaran subsidi energi negara hingga 10 persen. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, tujuan utama dari skema ini adalah memastikan alokasi subsidi pemerintah benar-benar efektif dan tepat sasaran.

Related Post
Purbaya menegaskan bahwa kebijakan ini bukanlah upaya untuk memperketat penyaluran subsidi secara keseluruhan. Sebaliknya, fokusnya adalah membatasi akses bagi mereka yang secara finansial sudah mapan. "Ini bukan untuk memperketat, melainkan untuk memastikan subsidi sampai ke tangan yang membutuhkan. Kami akan coba batasi untuk desil 10 dalam beberapa bulan ke depan," ujar Purbaya usai menghadiri rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Sebagai informasi, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026, pemerintah telah mengalokasikan dana subsidi energi sebesar Rp210,1 triliun. Angka ini mencakup 65,87 persen dari total pagu anggaran subsidi yang mencapai Rp318,9 triliun. Jika dana ini digabungkan dengan alokasi kompensasi energi, maka total anggaran ketahanan energi nasional membengkak hingga Rp381,3 triliun. Dengan pembatasan ini, diharapkan beban keuangan negara dapat berkurang signifikan, sekaligus menciptakan keadilan dalam distribusi subsidi.










Tinggalkan komentar