Indonesia Unggul Tarif AS RI Akhirnya Terkuak

Indonesia Unggul Tarif AS RI Akhirnya Terkuak

55tv.co.id – Kabar gembira datang dari arena diplomasi ekonomi. Indonesia berhasil menorehkan capaian signifikan dalam negosiasi tarif resiprokal dengan Amerika Serikat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa proses krusial ini segera memasuki babak akhir, dengan target rampung sebelum pergantian tahun.

COLLABMEDIANET

Airlangga menjelaskan, kesepakatan dua negara ini kini berada di fase finalisasi perundingan terkait Section 301. Tahap ini merupakan prasyarat penting sebelum melangkah ke proses ratifikasi resmi oleh kedua belah pihak. Salah satu poin penting dalam Section 301 yang berkaitan dengan isu tenaga kerja atau praktik kerja paksa, dilaporkan telah mencapai kesepakatan.

Indonesia Unggul Tarif AS RI Akhirnya Terkuak
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam perundingan tersebut, Indonesia mendapatkan pungutan tarif timbal balik sebesar 10 persen. Angka ini jauh lebih ringan ketimbang beberapa negara mitra AS lainnya yang harus menanggung tarif hingga 12,5 persen. "Isu kerja paksa sudah kita selesaikan. Kita dikenakan 10 persen, sementara negara lain 12,5 persen," terang Airlangga kepada awak media di Kemenko Perekonomian, Senin (24/8/2026).

Meski demikian, Airlangga menambahkan bahwa masih ada satu isu yang tengah dalam proses pembahasan, yakni terkait kapasitas berlebih atau excess capacity. Pihak Indonesia telah memberikan respons atas isu ini dan kini tinggal menunggu keputusan dari AS.

Penyelesaian seluruh klausul dalam Section 301 menjadi langkah fundamental sebelum amandemen perjanjian dapat dilegalkan oleh pemerintah Indonesia maupun AS melalui prosedur ratifikasi parlemen. "Setelah penyelesaian 301, akan ada amandemen yang kemudian akan kita ratifikasi," tambahnya.

Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian negosiasi teknis hingga legalisasi amandemen ini dapat tuntas sepenuhnya sebelum akhir tahun. "Direncanakan selesai tahun ini," pungkas Airlangga, optimis.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar