55tv.co.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan proyeksi ambisius terkait pertumbuhan kredit perbankan nasional. Ia optimis penyaluran pinjaman bisa meroket hingga 20 persen, didorong oleh kebijakan strategis penempatan Saldo Anggaran Lebih SAL dari bank sentral ke bank-bank BUMN atau Himbara.

Related Post
Pemerintah, melalui keputusan terbaru, telah memperpanjang durasi penempatan dana SAL senilai fantastis Rp200 triliun. Kebijakan ini akan berlaku hingga Juli 2027, bertujuan utama untuk memperkuat likuiditas sektor perbankan dan memacu laju penyaluran kredit yang diharapkan mencapai target 20 persen dalam beberapa bulan mendatang.

Purbaya menegaskan bahwa dana sebesar Rp200 triliun tersebut tidak akan ditarik hingga batas waktu yang ditentukan, memberikan ketenangan bagi perbankan. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat ditemui di Kompleks DPR RI pada Rabu 2 September 2026.
Optimisme akan pertumbuhan kredit yang mencapai 20 persen ini didasari oleh perkembangan angka base money atau M0. Purbaya menjelaskan M0 merupakan indikator krusial yang secara akurat menggambarkan kondisi likuiditas dalam sistem keuangan secara menyeluruh.
Data terakhir menunjukkan pertumbuhan base money pada Juli 2026 telah menyentuh angka 18,3 persen. Meskipun ia memperkirakan angka tersebut tidak akan banyak bergeser hingga akhir Agustus, Purbaya meyakini tingkat likuiditas yang terjaga ini menjadi modal kuat untuk mendorong akselerasi pertumbuhan kredit melampaui 20 persen.










Tinggalkan komentar