55tv.co.id – Rupiah menunjukkan kekuatannya di hadapan dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Kamis nilai tukar mata uang Garuda melesat 84 poin atau sekitar 047 persen mencapai level Rp17679 per dolar AS sebuah pencapaian signifikan.

Related Post
Penguatan rupiah ini tak lepas dari sejumlah sentimen baik dari luar maupun dalam negeri Perekonomian global diwarnai kecemasan yang membayangi atas eskalasi konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Iran yang dikhawatirkan mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah. Pasukan AS melancarkan serangan di wilayah pesisir selatan Iran dan Teheran merespons dengan serangan balasan di berbagai kawasan ini menjadi aksi saling serang paling intensif sejak Juli lalu.

Namun Presiden Trump sempat menyatakan bahwa kampanye baru AS terhadap Iran tidak akan berlangsung lama Pernyataan ini sedikit meredakan kegelisahan pasar terkait pasokan energi dalam waktu dekat Trump juga menyebut AS menargetkan radar sistem rudal serta kemampuan Iran terkait pemasangan ranjau di sekitar Selat Hormuz.
Di sisi lain data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan turut memberi tekanan pada greenback Laporan ADP Employment Change menunjukkan penambahan pekerja sektor swasta hanya 38000 pada Agustus angka ini jauh di bawah proyeksi 47000 dan capaian bulan sebelumnya 46000.
Terkait kebijakan moneter para pelaku pasar kini meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga secepatnya pada pertemuan September mendatang Hal ini diperkuat setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menunjukkan sikap lebih tegas terhadap inflasi dalam Simposium Jackson Hole pekan lalu Menurut perangkat CME FedWatch probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan 15-16 September kini mencapai 64 persen melonjak dari 36 persen pada pekan sebelumnya.










Tinggalkan komentar