55tv.co.id – Sebuah klaim mengejutkan dari Bank Dunia yang merilis data 64,2 persen penduduk Indonesia tergolong miskin pada tahun 2026 telah memicu perdebatan. Badan Pusat Statistik BPS segera angkat bicara meluruskan informasi tersebut dan menjelaskan perbedaan signifikan dengan angka resmi yang mereka miliki.

Related Post
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS M Nashrul Wajdi menjelaskan bahwa estimasi Bank Dunia tersebut dihitung menggunakan batas kemiskinan internasional sebesar 8,30 dolar Amerika Serikat per kapita per hari. Patokan ini didasarkan pada acuan Purchasing Power Parity PPP tahun 2021. Nashrul menegaskan standar tersebut bukan garis kemiskinan nasional yang berlaku di Indonesia melainkan tolok ukur yang lazim dipakai untuk membandingkan kondisi ekonomi antarnegara terutama di kelompok berpendapatan menengah atas.

Kontras dengan data tersebut BPS mencatat proporsi penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2026 berada di angka 8,07 persen atau setara dengan sekitar 22,93 juta jiwa. Perbedaan mencolok ini menurut BPS tidak bisa disandingkan secara langsung. Kedua angka tersebut memiliki indikator serta tujuan penghitungan yang berbeda sehingga memerlukan pemahaman yang seksama.










Tinggalkan komentar