55tv.co.id – PLN Indonesia Power (PLN IP) kini tengah menggarap potensi ekonomi dari pengurangan emisi gas buang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salak. Langkah cerdas ini tidak hanya menciptakan nilai tambah finansial, tetapi juga menopang keberlanjutan pengembangan energi panas bumi di tanah air.

Related Post
Inisiatif strategis ini diwujudkan melalui penandatanganan Amandemen Kedua Perjanjian Pembelian Pengurangan Emisi (ERPA) untuk proyek Peningkatan Kapasitas PLTP Gunung Salak Indonesia, berkolaborasi dengan South Pole AG di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Kemitraan ini merupakan kelanjutan kerja sama sebelumnya antara PLN IP dan South Pole AG dalam mengembangkan aset karbon dari peningkatan daya PLTP Gunung Salak. Pengurangan emisi yang dihasilkan dari peningkatan kapasitas pembangkit tersebut kini berpeluang besar dikonversi menjadi aset karbon yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan siap diperjualbelikan di pasar.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menegaskan bahwa pengembangan aset karbon merupakan salah satu strategi perusahaan untuk menghasilkan nilai tambah dari operasional pembangkit berbasis energi bersih. "Pengembangan energi baru terbarukan bukan sekadar menyediakan energi yang lebih ramah lingkungan, melainkan juga bagaimana setiap potensi pengurangan emisi dapat dikelola menjadi nilai tambah yang berkelanjutan," ungkap Bernadus. Ia menambahkan, melalui pengembangan aset karbon dari PLTP Gunung Salak, pihaknya melihat peluang besar untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendorong keberlanjutan pengembangan energi panas bumi di Indonesia.
Menurut Bernadus, pemanfaatan potensi pengurangan emisi melalui aset karbon ini selaras dengan dedikasi PLN IP dalam memaksimalkan pembangkit energi terbarukan melalui terobosan dan ragam strategi pengembangan. "Geothermal memiliki potensi masif sebagai sumber energi bersih yang andal. Oleh karena itu, kami terus mendorong berbagai inisiatif yang tidak hanya meningkatkan kinerja aset pembangkit, tetapi juga membuka peluang nilai tambah dari aspek lingkungan dan pengurangan emisi," pungkasnya.










Tinggalkan komentar