55tv.co.id – Di tengah bayang-bayang El Nino dan musim kemarau berkepanjangan yang memicu kekhawatiran kenaikan harga, pemerintah bergerak cepat. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan ketersediaan beras nasional tetap terjaga, bahkan akan diperkuat dengan suntikan pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) medium sebanyak satu juta ton. Langkah ini diharapkan mampu meredam gejolak harga di pasar dan memastikan masyarakat tidak kesulitan memperoleh komoditas pokok.

Related Post
Penegasan tersebut disampaikan Mentan Amran usai rapat koordinasi penting bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan perwakilan kementerian/lembaga terkait di Jakarta. "Kesimpulan semuanya, aman, aman. Produksi dan kebutuhan pangan kita aman," ujar Amran, menenangkan publik.

Amran membeberkan serangkaian strategi komprehensif yang disiapkan pemerintah. Pertama, percepatan penyaluran beras SPHP dan dorongan kuat agar beras medium serta premium segera membanjiri jaringan ritel modern. Kedua, kebijakan penghentian impor beras pecah atau menir. Ketiga, pemerintah akan melancarkan operasi pasar besar-besaran untuk menekan harga. "SPHP ditambah satu juta ton, kemudian bantuan pangan dipercepat," tegasnya, merinci langkah-langkah konkret.
Menurut Mentan Amran, kebijakan ini bukan respons reaktif, melainkan antisipasi proaktif pemerintah. Mereka tak menunggu tekanan pasokan terjadi, melainkan mengambil inisiatif lebih awal untuk menggenjot distribusi beras kepada masyarakat. Ini adalah upaya mitigasi terhadap potensi penurunan produksi akibat kemarau panjang.
Keputusan penambahan satu juta ton beras SPHP medium ini merupakan hasil rapat koordinasi tersebut, bertujuan untuk memperkuat ketersediaan di pasar. Beras ini akan disalurkan melalui berbagai jalur distribusi agar harganya tetap terjangkau bagi konsumen. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengamini keputusan tersebut sebagai langkah vital. "Untuk merespons itu, maka kami baru saja rapat memutuskan: kita tambah suplainya untuk beras subsidi yang kita kenal dengan SPHP. SPHP medium. Kita tambah lagi tadi 1 juta," kata Zulkifli.
Tambahan satu juta ton SPHP medium ini dijadwalkan mengalir ke pasar mulai Oktober hingga Desember 2026, dan akan terus berlanjut hingga musim panen berikutnya tiba. Tujuannya jelas, menjaga stabilitas pasokan sekaligus membendung laju kenaikan harga di pasaran. Selain itu, percepatan bantuan pangan dan operasi pasar besar-besaran juga menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan nasional. "Sudah didorong. Bulog kami minta percepat. Bulog minta percepat," pungkas Mentan, menyoroti urgensi pasokan beras premium di ritel modern.










Tinggalkan komentar