55tv.co.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melancarkan gebrakan penting dengan menginstruksikan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia LPEI atau Indonesia Eximbank untuk mengubah fokus utamanya. LPEI kini didorong untuk tidak lagi sekadar mengejar keuntungan melainkan menjadi garda terdepan dalam menyalurkan pembiayaan dengan bunga super ringan bagi sektor-sektor industri strategis yang tengah berjuang di tengah sengitnya persaingan global.

Related Post
Arahan tegas ini secara khusus menyasar industri manufaktur padat karya yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Sektor-sektor seperti tekstil alas kaki dan furnitur yang kerap kesulitan mengakses permodalan dari perbankan komersial kini diharapkan mendapat angin segar. Purbaya menegaskan bahwa LPEI harus aktif memberikan dukungan finansial dengan skema bunga yang lebih terjangkau.

"Kita perlu melihat kembali sektor-sektor unggulan kita yang kini terdesak oleh gelombang globalisasi seperti tekstil sepatu dan baja" ujar Purbaya dalam keterangan resmi LPEI pada Indonesia Eximbank Connect. "Mereka mengaku sulit mendapatkan pinjaman saat ini. Sebagai lembaga pembiayaan ekspor LPEI harus proaktif mendekati industri-industri ini dan menawarkan solusi pembiayaan dengan bunga yang murah."
Purbaya bahkan menyatakan kesiapannya untuk merevisi Indikator Kinerja Utama KPI LPEI terkait pendapatan bunga. Hal ini menunjukkan komitmen serius pemerintah agar LPEI benar-benar berfungsi sebagai bank kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha domestik bukan semata-mata entitas pencari laba.
"Jika bunga yang ditawarkan masih dianggap tinggi saya akan meninjau ulang apakah KPI pendapatan bunga LPEI perlu diturunkan" tegas Purbaya. "Prioritasnya adalah efektivitas dalam menjawab kebutuhan pelaku usaha bukan seberapa tinggi pendapatan bunga. Karena saya yang berwenang menentukan parameter kinerjanya." Ini menandakan bahwa dampak nyata bagi dunia usaha akan menjadi tolok ukur keberhasilan utama LPEI ke depan.










Tinggalkan komentar