55tv.co.id – Ribuan calon pemilik unit apartemen LRT City harus menelan pil pahit. Proyek hunian vertikal yang dinanti-nanti tak kunjung rampung, membuat tanda tanya besar di benak konsumen. Menjawab kegelisahan publik, Direktur Utama Adhi Karya Moeharmein Zein Chaniago akhirnya buka suara, mengungkap pangkal masalah di balik molornya penyelesaian proyek prestisius ini.

Related Post
Menurut Moeharmein, akar permasalahan terletak pada kinerja anak usaha, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), yang gagal memenuhi target penjualan. Kondisi ini secara langsung menghantam likuiditas perusahaan, menyebabkan arus kas terganggu dan berujung pada tersendatnya alokasi anggaran pembangunan. Ia menjelaskan bahwa badai ekonomi pada 2018, disusul dengan hantaman pandemi COVID-19, turut memperparah kondisi pasar properti, membuat target penjualan ADCP meleset jauh dari ekspektasi.

Meski demikian, Moeharmein menegaskan komitmen Adhi Karya untuk menuntaskan pembangunan proyek LRT City. Perusahaan berjanji akan segera melakukan serah terima unit kepada para pembeli yang telah menunggu lama. Tak hanya itu, ia juga mengisyaratkan adanya pemeriksaan lebih lanjut terhadap ADCP jika ditemukan indikasi kesalahan dalam tata kelola perusahaan.
Sebagai informasi, proyek LRT City merupakan pengembangan properti garapan ADCP. Dua proyek yang saat ini masih terbengkalai dan belum rampung adalah LRT City Ciracas dan LRT City Tebet. Data menunjukkan, sekitar 2.400 konsumen belum menerima kunci unit apartemen mereka, padahal sebagian besar telah melunasi pembayaran dan dijanjikan penyerahan sejak tahun 2023 hingga 2024.
Melihat kompleksitas masalah ini, Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) bersama Danantara telah turun tangan. Mereka membuka berbagai opsi penyelesaian, mulai dari melanjutkan konstruksi hingga mengembalikan dana konsumen yang unitnya belum juga terwujud.










Tinggalkan komentar