55tv.co.id – Perdebatan sengit seputar pangan olahan kini meramaikan jagat maya. Berbagai konten di media sosial mengupas tuntas komposisi bahan tambahan hingga dampak makanan ultra-proses terhadap kesehatan. Meski sebagian berhasil meningkatkan kesadaran publik tak sedikit pula yang menyederhanakan masalah sehingga menimbulkan asumsi bahwa semua produk industri pangan pasti berbahaya. Informasi berantai tentang bahaya mengonsumsi sosis misalnya sempat viral dan berpotensi menyesatkan jika tidak dibarengi konteks yang tepat. Padahal sektor industri makanan olahan memiliki jejak rekam panjang dan pangsa pasar yang sangat besar.

Related Post
Para pakar di bidang pangan menjelaskan bahwa informasi mengenai suatu bahan seringkali disajikan tanpa detail penting seperti jumlah pemakaian tingkat paparan pola konsumsi atau latar belakang penelitian. Istilah seperti bahan kimia pengawet perisa dan pangan ultra-proses akhirnya kerap disematkan sebagai penanda bahaya. Padahal keamanan dan kualitas pangan adalah isu kompleks yang tidak bisa dinilai hanya dari nama bahan atau panjangnya daftar komposisi.

Giyatmi Ketua Umum Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia PATPI periode 2022-2026 menegaskan bahwa setiap diskusi tentang pangan harus berlandaskan kerangka ilmiah. Menurutnya ilmu pengetahuan adalah fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pangan nasional. Ia menekankan bahwa perdebatan pangan tidak boleh hanya didasari persepsi atau tren global semata. Indonesia membutuhkan kebijakan yang kokoh dibangun di atas bukti ilmiah demi menjawab tantangan gizi keamanan dan ketahanan pangan sekaligus mendorong inovasi industri. Teknologi pangan bukan penghalang melainkan solusi krusial.
Giyatmi juga menyoroti bahwa pembahasan pangan seharusnya tidak terjebak pada dikotomi produk alami versus hasil pengolahan. Penilaian yang komprehensif harus mempertimbangkan aspek keamanan mutu kandungan gizi manfaat serta pola konsumsi secara menyeluruh. Sains harus menjadi penentu utama dalam pengambilan keputusan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat luas.








Tinggalkan komentar