Ekonomi Kripto RI Tembus Rp171 Triliun

Ekonomi Kripto RI Tembus Rp171 Triliun

55tv.co.id – Lanskap ekonomi digital di Indonesia tengah mengalami transformasi besar seiring dengan melonjaknya popularitas aset kripto dan teknologi blockchain. Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan sebuah pergeseran fundamental dalam cara masyarakat berinteraksi dengan instrumen keuangan digital. Berdasarkan data terbaru, adopsi aset kripto di tanah air menunjukkan angka yang sangat fantastis, menandakan potensi ekonomi yang sangat masif di masa depan.

COLLABMEDIANET

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data yang mengejutkan mengenai pertumbuhan pasar digital ini. Hingga Juli 2026, tercatat jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia telah menyentuh angka 22,93 juta akun. Tidak hanya jumlah pengguna yang meroket, nilai transaksi perdagangan aset kripto sepanjang periode Januari hingga Juli 2026 juga menembus angka yang luar biasa, yakni sekitar Rp171,12 triliun. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa minat masyarakat terhadap investasi berbasis teknologi blockchain semakin menguat.

Ekonomi Kripto RI Tembus Rp171 Triliun
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menanggapi fenomena ini, CEO Indodax sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), William Sutanto, menyatakan bahwa besarnya basis pengguna dan nilai ekonomi yang terbentuk menunjukkan bahwa aset kripto kini telah menjadi bagian strategis dalam peta ekonomi digital nasional. Menurutnya, industri ini masih berada dalam fase pertumbuhan yang sangat menjanjikan.

"Industri kripto memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dan saat ini masih terus berkembang. Karakteristik kripto yang bersifat tanpa batas (borderless) memungkinkan masyarakat mengakses berbagai platform pertukaran dari mana saja. Oleh karena itu, tantangan utamanya adalah bagaimana kita membangun ekosistem lokal agar dapat tumbuh secara sehat, kompetitif, dan tetap memberikan dampak positif bagi pengguna serta perekonomian Indonesia secara luas," ujar William dalam keterangannya di Jakarta.

Lebih lanjut, William menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem kripto nasional. Salah satu fokus utamanya adalah menekan peredaran Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) ilegal yang kerap merugikan masyarakat. Ia menggarisbawahi bahwa literasi keuangan digital menjadi kunci utama. Masyarakat perlu diedukasi mengenai perbedaan antara platform yang memiliki izin resmi di Indonesia dengan platform ilegal yang berisiko tinggi.

Selain edukasi, William mendorong adanya diskusi berkelanjutan antara asosiasi, regulator, bursa, dan pelaku industri untuk menciptakan arena bermain yang adil (level playing field). Dalam hal ini, peran bursa sangat krusial sebagai jembatan komunikasi antara kebutuhan industri dan regulasi pemerintah, guna memastikan perlindungan konsumen tetap terjaga di tengah pesatnya inovasi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, memberikan catatan penting mengenai arah inovasi keuangan digital. Ia menegaskan bahwa seluruh inovasi yang muncul di sektor ini tidak boleh berhenti pada tahap eksperimen semata. Inovasi tersebut harus mampu bertransformasi menuju tahap implementasi yang memberikan manfaat nyata dan terukur bagi sektor ekonomi riil di Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar