55tv.co.id – Isu mengenai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis Pertalite, mendadak viral dan memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Beredar kabar miring yang menyebutkan bahwa mulai tanggal 26 September 2026, harga Pertalite akan melonjak drastis dari Rp10.000 menjadi Rp13.500 per liter. Menanggapi simpang siur tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi resmi.

Related Post
Pihak Kementerian ESDM secara tegas membantah seluruh informasi yang beredar tersebut. Pemerintah memastikan bahwa kabar mengenai kenaikan harga Pertalite menjadi Rp13.500 per liter adalah berita bohong atau hoaks yang sengaja disebarkan melalui berbagai platform media sosial.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyatakan bahwa saat ini sedang marak sekali konten-konten di media sosial yang menyebarkan informasi palsu terkait kenaikan harga BBM bersubsidi. Menurutnya, informasi yang beredar tersebut tidak memiliki dasar fakta yang kuat dan hanya bertujuan untuk menciptakan kepanikan di tengah masyarakat.
"Perlu kami luruskan, saat ini masif sekali konten media sosial yang berisikan informasi kenaikan harga Pertalite. Konten atau informasi ini adalah hoaks atau berita bohong," tegas Dwi Anggia dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Dwi menjelaskan bahwa pemerintah telah memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi. Ia menyebutkan bahwa Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, telah memberikan penegasan bahwa harga BBM bersubsidi, termasuk Pertalite, dipastikan tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.
Hal ini tetap menjadi prioritas pemerintah meskipun kondisi pasar energi global sedang tidak menentu. Meskipun harga minyak dunia menunjukkan tren kenaikan, pemerintah telah menyiapkan skema agar beban masyarakat tidak bertambah berat. Kebijakan untuk menjaga harga BBM tetap stabil ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam upaya melindungi daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.
Dwi menambahkan bahwa kebijakan menjaga harga BBM tetap terjangkau ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin memastikan bahwa stabilitas ekonomi rumah tangga tetap terjaga dan tidak terganggu oleh fluktuasi harga energi di pasar global.
Menutup keterangannya, Kementerian ESDM mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar lebih bijak dan teliti dalam menyerap informasi yang beredar di dunia maya. Masyarakat diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang berkaitan dengan kebijakan strategis nasional.
Pemerintah juga meminta masyarakat untuk selalu merujuk pada kanal komunikasi resmi milik pemerintah atau media massa yang kredibel guna mendapatkan informasi yang akurat mengenai kebijakan energi di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi keresahan yang timbul akibat penyebaran berita bohong yang merugikan kepentingan publik.










Tinggalkan komentar