55tv.co.id – Indonesia tengah bersiap mengambil langkah besar dalam peta persaingan teknologi global, khususnya di sektor semikonduktor yang selama ini masih didominasi oleh negara-negara maju. Menyadari pentingnya peran teknologi chip sebagai jantung dari kedaulatan digital, Perum Peruri kini mengambil inisiatif strategis dengan menggandeng generasi muda untuk terjun langsung ke dalam ekosistem ini.

Related Post
Melalui program bertajuk Peruri Chip Hackathon 2026, perusahaan percetakan negara ini berupaya menjaring talenta-talenta terbaik dari berbagai perguruan tinggi di seluruh penjuru tanah air. Program ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan sebuah wadah inkubasi bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi, merancang, dan mengembangkan solusi digital berbasis teknologi chip yang inovatif.

Head of Corporate Secretary Peruri, Adi Sunardi, menegaskan bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam bidang semikonduktor sangat krusial bagi masa depan teknologi nasional. Menurutnya, keterbatasan sumber daya manusia di sektor ini harus segera diatasi dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi para inovator muda untuk bereksperimen.
"Kami ingin membuka ruang bagi talenta muda untuk mengembangkan ide dan inovasinya dalam bidang chip (semiconductor), sekaligus mengambil bagian dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia," ujar Adi dalam keterangan resminya di Jakarta.
Langkah Peruri ini dinilai sebagai upaya preventif agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk teknologi luar negeri, tetapi juga mampu menjadi pemain kunci dalam rantai pasok semikonduktor dunia. Dengan memperkuat fondasi sumber daya manusia sejak bangku kuliah, diharapkan akan lahir para ahli yang mampu menciptakan teknologi mandiri di masa depan.
Mekanisme kompetisi ini dirancang secara sistematis untuk memastikan kualitas ide yang dihasilkan. Proses akan dimulai dengan tahap seleksi ketat terhadap seluruh pendaftar. Dari ribuan ide yang masuk, hanya lima tim terbaik yang akan dinyatakan lolos untuk melaju ke tahap berikutnya, yaitu bootcamp.
Dalam fase bootcamp tersebut, para peserta tidak dibiarkan berjuang sendirian. Mereka akan mendapatkan pendampingan intensif dari para ahli di bidangnya. Proses ini bertujuan untuk mengasah gagasan mentah menjadi sebuah solusi digital yang matang, aplikatif, dan memiliki nilai komersial maupun strategis bagi negara.
Setelah melewati masa pelatihan dan pengembangan ide, perjalanan akan mencapai puncaknya pada tahap presentasi final. Dari hasil pendampingan tersebut, hanya tiga tim terpilih yang akan beradu gagasan di hadapan para juri untuk memperebutkan gelar juara. Melalui skema ini, Peruri berharap dapat menemukan prototipe teknologi chip yang nantinya dapat diintegrasikan ke dalam ekosistem digital nasional yang lebih luas.










Tinggalkan komentar