55tv.co.id – Kabar gembira bagi para pelancong mancanegara maupun wisatawan domestik yang gemar bepergian ke luar negeri. Bank Indonesia (BI) tengah bersiap memperluas jangkauan layanan QRIS Antarnegara (Cross-border QRIS) ke wilayah baru, yakni Timor Leste dan Hong Kong. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat ekosistem pembayaran digital lintas batas serta mempermudah transaksi keuangan bagi masyarakat di kawasan regional.

Related Post
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Aida S. Budiman, mengungkapkan bahwa perluasan cakupan QRIS ini merupakan bagian dari upaya besar untuk meningkatkan konektivitas ekonomi digital. Dengan sistem ini, mobilitas wisatawan diharapkan menjadi lebih praktis tanpa harus bergantung sepenuhnya pada uang tunai atau penukaran valuta asing yang konvensional.

"Kami sedang melakukan perluasan QRIS Antarnegara. Selain enam negara yang sudah berjalan, ada dua negara tambahan yang baru saja menyelesaikan proses penandatanganan kerja sama, yaitu Timor Leste dan dalam waktu dekat akan menyusul Hong Kong melalui Hong Kong Monetary Authority," ujar Aida dalam sebuah acara di Jakarta Senayan, Sabtu (26/9/2026).
Jika rencana ini berjalan sesuai jadwal, maka jumlah negara yang dapat menerima pembayaran melalui QRIS akan bertambah menjadi delapan negara. Saat ini, layanan tersebut sudah dapat dinikmati di Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China. Penambahan Timor Leste dan Hong Kong akan semakin memperkokoh posisi QRIS sebagai standar pembayaran digital yang mumpuni di Asia.
Terkait teknis implementasi di Timor Leste, Bank Indonesia menjelaskan bahwa prosesnya akan dilakukan secara bertahap. Pada tahun ini, BI akan melakukan tahap sandboxing atau uji coba sistem terlebih dahulu untuk memastikan keamanan dan kelancaran transaksi. Setelah seluruh parameter teknis terpenuhi dan dinyatakan aman, layanan QRIS di Timor Leste ditargetkan resmi diluncurkan pada tahun depan.
Sementara itu, untuk wilayah Hong Kong, proses koordinasi dengan otoritas moneter setempat terus digenjot agar kerja sama dapat segera difinalisasi. Kehadiran QRIS di Hong Kong diprediksi akan memberikan dampak signifikan, mengingat Hong Kong merupakan salah satu pusat keuangan dan destinasi wisata utama di dunia.
Perluasan ini bukan sekadar soal kemudahan transaksi, melainkan juga tentang penguatan integrasi ekonomi digital antarnegara. Dengan adanya standarisasi pembayaran melalui QRIS, hambatan transaksi lintas negara dapat diminimalisir, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan perdagangan internasional. Masyarakat kini dapat menikmati pengalaman belanja dan transaksi yang lebih cepat, aman, dan efisien hanya dengan memindai kode QR melalui ponsel pintar mereka saat berada di luar negeri.










Tinggalkan komentar