55tv.co.id – Kawasan Lhokseumawe, Aceh, kini tengah bersiap menjadi pemain kunci dalam peta energi global. Terminal LNG Arun, yang dikelola oleh PT Perta Arun Gas (PAG), secara agresif memperkuat posisinya untuk menjadi pusat layanan Gassing Up and Cooling Down (GUCD) utama bagi kapal-kapal pengangkut LNG, baik dari skala domestik maupun internasional.

Related Post
Langkah strategis ini menandai pergeseran dominasi layanan energi di kawasan Asia. Jika sebelumnya Singapura menjadi pemain tunggal yang paling diandalkan untuk kebutuhan teknis kapal LNG, kini Terminal Arun muncul sebagai kompetitor kuat yang siap mengambil alih peran tersebut.

Layanan GUCD sendiri merupakan prosedur teknis yang sangat krusial dalam operasional kapal LNG. Proses ini melibatkan rangkaian pengoperasian untuk memastikan tangki kapal berada dalam kondisi suhu dan tekanan yang ideal serta aman sebelum proses pemuatan molekul LNG dimulai. Tanpa layanan ini, risiko keamanan selama pengangkutan gas alam cair akan meningkat secara signifikan.
President Director PT Perta Arun Gas, Yan Syukharial, mengungkapkan bahwa pengembangan layanan GUCD ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk mengoptimalkan seluruh aset yang dimiliki. Menurutnya, PAG berkomitmen untuk menjadi penyedia layanan LNG yang terintegrasi dan mampu memberikan standar kualitas tinggi bagi para pengguna jasa.
"Layanan GUCD adalah bentuk nyata dari optimalisasi infrastruktur Terminal LNG Arun. Kami ingin memastikan bahwa setiap layanan yang diberikan kepada pelanggan bersifat aman, andal, dan memiliki kualitas kelas dunia," ujar Yan dalam keterangan resminya di Jakarta.
Perjalanan bisnis ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2023. Kala itu, PAG mencatatkan keberhasilan perdana dengan melayani pelanggan dari BP Singapore. Pada transaksi awal tersebut, volume yang ditangani mencapai sekitar 4.900 m³ dengan nilai molekul sebesar 115.060 MMBTU.
Sejak momentum tersebut, pertumbuhan bisnis PAG melonjak sangat pesat. Hingga tahun 2026, perusahaan telah berhasil memasarkan jasa ini secara masif. Tercatat, lebih dari 38 kapal dari sedikitnya 15 perusahaan global telah menggunakan layanan GUCD di Terminal Arun. Angka ini diprediksi akan terus meroket setiap tahunnya seiring dengan meningkatnya permintaan di pasar internasional.
Data terbaru menunjukkan performa yang sangat impresif. Sepanjang tahun 2026 saja, Terminal Arun telah melayani 18 kapal kargo dengan total volume LNG mencapai sekitar 70.000 m³ atau setara dengan 1,6 juta MMBTU. Memasuki bulan September 2026, ekspansi lini bisnis dengan berbagai raksasa LNG global terus menunjukkan tren positif.
Yan meyakini bahwa potensi bisnis GUCD di masa depan masih sangat terbuka lebar. Keberhasilan Terminal Arun menembus pasar global membuktikan bahwa infrastruktur energi Indonesia mampu bersaing di level tertinggi. "Kami melihat peluang yang sangat besar. Terminal PAG kini telah bertransformasi menjadi pusat baru bagi kapal-kapal LNG di Asia," pungkasnya.










Tinggalkan komentar