Mencetak Pemimpin Muda di Sektor Migas Aceh

Mencetak Pemimpin Muda di Sektor Migas Aceh

55tv.co.id – Masa depan sebuah daerah tidak melulu soal seberapa melimpah kekayaan alam yang terkandung di dalam buminya. Bagi Provinsi Aceh, potensi minyak dan gas bumi (migas) yang besar memang menjadi aset berharga, namun ada modal lain yang jauh lebih krusial untuk menjamin keberlanjutan daerah tersebut, yakni kualitas sumber daya manusia. Generasi muda yang memiliki keberanian untuk bermimpi, kapasitas kepemimpinan yang kuat, serta wawasan global menjadi kunci utama agar kekayaan alam tersebut tidak terbuang percuma.

COLLABMEDIANET

Menyadari pentingnya hal tersebut, Mubadala Energy bersama SKK Migas mengambil langkah strategis untuk membuka pintu seluas-luasnya bagi pelajar di Aceh. Melalui kolaborasi ini, para pelajar diberikan kesempatan emas untuk menyelami dunia kepemimpinan, memperdalam pendidikan, hingga mengenal lebih dekat dinamika industri energi yang sangat kompetitif.

Mencetak Pemimpin Muda di Sektor Migas Aceh
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Langkah nyata ini diwujudkan melalui program AFS Global Future Leaders Network (AFS GFLN). Program ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman baru bagi para pelajar, memungkinkan mereka berinteraksi langsung dengan lingkungan profesional, sekaligus memperluas cakrawala berpikir mengenai peluang masa depan mereka di kancah internasional.

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison, menegaskan bahwa dukungan Mubadala Energy dalam program ini merupakan bentuk komitmen nyata untuk membangun generasi muda Aceh yang kompeten. Menurutnya, industri hulu migas memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta membina calon-calon pemimpin masa depan.

"Melalui dukungan Mubadala Energy terhadap AFS GFLN yang bekerja sama dengan SKK Migas, sektor industri hulu migas bangga dapat turut membina generasi pemimpin yang percaya diri, kompeten, dan berwawasan global," ujar Yanin dalam keterangan resminya di Jakarta.

Lebih lanjut, Yanin berharap ilmu dan pengalaman yang didapatkan oleh para peserta program tidak hanya berhenti pada pencapaian pribadi. Ia memimpikan agar para pemuda ini nantinya dapat kembali ke daerahnya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Aceh serta lingkungan sekitarnya.

Bagi SKK Migas, pengembangan sumber daya manusia (SDM) bukan sekadar program tambahan, melainkan bagian integral dari strategi keberlanjutan industri. Kepala Kelompok Kerja Pengembangan Masyarakat Divisi Formalitas SKK Migas, Roy Widiartha, menyebutkan bahwa investasi pada pendidikan dan kepemimpinan adalah bentuk investasi sosial jangka panjang.

"Kami ingin membangun jejaring calon pemimpin bangsa dari wilayah operasi migas yang memiliki wawasan global, namun tetap berakar pada nilai-nilai lokal, dan siap kembali memberikan kontribusi bagi daerahnya," tutur Roy.

Roy juga menambahkan bahwa keberhasilan kehadiran industri hulu migas tidak boleh hanya diukur dari angka produksi minyak dan gas semata. Indikator keberhasilan yang jauh lebih penting adalah bagaimana industri ini mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional. Dengan mempersiapkan SDM yang unggul sejak dini, manfaat dari industri migas diharapkan dapat terus tumbuh dan dirasakan secara berkelanjutan, bahkan setelah masa operasi migas di suatu wilayah berakhir.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar