Solusi Cepat Atasi Antrean Ketapang Gilimanuk

Solusi Cepat Atasi Antrean Ketapang Gilimanuk

55tv.co.id – Masalah kemacetan parah yang kerap melanda jalur penyeberangan Ketapang di Banyuwangi menuju Gilimanuk di Bali akhirnya mendapatkan titik terang. Pemerintah bersama operator pelabuhan telah mengambil langkah strategis untuk memangkas waktu bongkar muat kapal secara signifikan guna mengurai antrean kendaraan yang sempat mengular hingga 12 kilometer.

COLLABMEDIANET

Kondisi kemacetan yang terjadi belakangan ini, terutama di jalur utama dari arah Situbondo menuju Pelabuhan Ketapang, dipicu oleh penumpukan kendaraan logistik yang sangat masif. Antrean panjang ini tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga menghambat distribusi barang antar pulau.

Solusi Cepat Atasi Antrean Ketapang Gilimanuk
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menanggapi situasi darurat tersebut, berbagai pihak terkait telah melakukan koordinasi intensif. Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengungkapkan bahwa telah tercapai kesepakatan antara PT ASDP (Angkutan Sungai dan Penyeberangan), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), hingga para pemilik kapal.

"Kami telah sepakat untuk memperbanyak jumlah perjalanan atau trip kapal dengan cara mempercepat durasi bongkar muat. Jika sebelumnya proses ini memakan waktu sekitar 35 menit, kini ditargetkan dipangkas menjadi hanya 15 menit saja," ujar Bambang Haryo Soekartono saat memberikan keterangan di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Langkah radikal ini diambil mengingat adanya kendala teknis di lapangan. Saat ini, sedang dilakukan proyek peningkatan kapasitas pada Dermaga MB V di Ketapang serta Dermaga II di Gilimanuk. Proses perbaikan infrastruktur ini secara tidak langsung menurunkan kapasitas produksi pelabuhan hingga sekitar 20 persen selama masa konstruksi berlangsung. Penurunan kapasitas inilah yang menjadi pemicu utama semakin parahnya antrean kendaraan di lintasan tersebut.

Dengan adanya percepatan waktu bongkar muat menjadi 15 menit, diharapkan jumlah trip kapal dan kapasitas muat total dapat meningkat hingga 50 persen. Hal ini diharapkan mampu mengimbangi penurunan kapasitas akibat proyek perbaikan dermaga yang sedang berjalan.

Selain fokus pada percepatan operasional, Bambang juga memberikan catatan penting terkait infrastruktur pendukung lainnya. Ia menyarankan agar Dermaga Bulusan yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera menjalani revitalisasi total. Salah satu poin krusial yang harus segera ditangani adalah perbaikan tiang pancang dolphin yang saat ini kondisinya sudah rubuh.

Ia mendorong PT ASDP Indonesia Ferry untuk mempercepat proses perbaikan tersebut agar Dermaga Bulusan dapat segera dioperasikan kembali secara maksimal. Dengan tambahan dermaga yang berfungsi normal, beban operasional di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk akan berkurang, sehingga arus logistik nasional dapat kembali berjalan lancar tanpa hambatan antrean panjang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar