Strategi Baru Hilirisasi Mineral Indonesia

Strategi Baru Hilirisasi Mineral Indonesia

55tv.co.id – Pemerintah Indonesia secara resmi telah memulai babak baru dalam pengembangan industri mineral kritis di tanah air. Jika sebelumnya fokus utama pemerintah adalah mempercepat pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian atau smelter, kini arah kebijakan telah bergeser ke arah yang lebih kompleks dan strategis. Fokus utama saat ini adalah memperkuat daya saing industri melalui efisiensi struktur pasokan, peningkatan keekonomian pemrosesan, hingga standarisasi mutu produk agar mampu bersaing di pasar global.

COLLABMEDIANET

Transisi ini bukan tanpa alasan. Pemerintah menyadari bahwa sekadar memiliki smelter tidaklah cukup untuk memenangkan persaingan global. Indonesia kini tengah mengincar posisi sebagai pemain kunci dalam rantai pasok dunia dengan menekankan pada kepatuhan terhadap standar rantai pasok global dan kemudahan akses pembiayaan proyek. Hal ini menjadi krusial agar produk hilirisasi Indonesia tidak hanya melimpah secara kuantitas, tetapi juga memiliki nilai tambah yang tinggi dan diterima oleh pasar internasional.

Strategi Baru Hilirisasi Mineral Indonesia
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Untuk mendukung ambisi besar tersebut, pemerintah telah menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan industri hilir yang sangat komprehensif. Dokumen strategis ini mencakup 28 komoditas mineral yang dianggap sangat krusial bagi industri masa depan. Tidak main-main, proyeksi kebutuhan investasi untuk menjalankan peta jalan ini diperkirakan akan mencapai angka fantastis, yakni sebesar USD 618,1 miliar hingga tahun 2040 mendatang. Sektor mineral dan batu bara tetap menjadi primadona dan menjadi ruang peluang penanaman modal terbesar dalam dokumen tersebut.

Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Heldy Satrya Putera, mengungkapkan bahwa kebijakan nasional saat ini sedang dipacu menuju fase pengolahan lanjutan. Menurutnya, Indonesia sedang menapaki tahapan yang sangat menentukan bagi ekonomi nasional.

"Pengembangan hilirisasi Indonesia saat ini bergerak melalui tiga tahapan strategis. Selama ini, kita telah berhasil membangun fondasi pengolahan mineral melalui pembangunan smelter dan berbagai fasilitas pemurnian. Saat ini, prioritas kita telah memasuki Tahap Dua, yaitu memperluas pengembangan ke industri baterai kendaraan listrik, Battery Energy Storage System (BESS), serta manufaktur bernilai tambah tinggi lainnya," jelas Heldy dalam keterangan resminya.

Pergeseran fokus strategis ini juga didorong oleh tren akumulasi modal yang terus melonjak di sektor hilir. Data menunjukkan bahwa sektor ini menjadi motor penggerak ekonomi yang sangat kuat. Pada semester I-2026, realisasi investasi di bidang hilirisasi tercatat telah menembus angka Rp300,1 triliun. Angka tersebut menyumbang sekitar 29,7 persen dari total realisasi investasi nasional, sekaligus mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dengan momentum ini, Indonesia optimis dapat bertransformasi menjadi pusat industri baterai dunia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar