Lawan Penyelundupan Demi Ekonomi Nasional

Lawan Penyelundupan Demi Ekonomi Nasional

55tv.co.id – Memasuki usia ke-80 tahun, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring dengan perubahan dinamika perdagangan global. Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Bea Cukai untuk memperkuat fungsi pengawasan dan meningkatkan kepercayaan publik sebagai bentuk tanggung jawab institusi dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional.

COLLABMEDIANET

Dalam arahannya, Suahasil menekankan bahwa Bea Cukai tidak boleh hanya sekadar menjalankan rutinitas administratif, melainkan harus mampu bersikap adaptif dan responsif. Hal ini menjadi krusial mengingat dunia saat ini tengah dihadapkan pada ketidakpastian geopolitik, arus digitalisasi perdagangan yang masif, serta pola transaksi lintas negara yang semakin rumit dan sulit dideteksi.

Lawan Penyelundupan Demi Ekonomi Nasional
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Suahasil meminta agar pengawasan tidak hanya berfokus pada barang-barang berbahaya seperti narkotika. Ia menginstruksikan agar jajaran Bea Cukai memperketat penindakan terhadap penyelundupan komoditas strategis dan sumber daya alam (SDA) yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia, seperti emas, nikel, dan berbagai hasil tambang lainnya.

"Setiap tindakan penindakan yang dilakukan oleh saudara-saudara sekalian bukan sekadar soal mengejar target kinerja organisasi atau persoalan kepabeanan semata. Lebih dari itu, ini adalah upaya nyata untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia dan melindungi kepentingan masyarakat luas," tegas Suahasil saat memimpin Upacara Peringatan Hari Bea Cukai (HBC) ke-80 di Kantor Pusat DJBC, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Lebih lanjut, Menteri Keuangan menyoroti dampak destruktif dari praktik impor ilegal terhadap ekosistem ekonomi domestik. Salah satu contoh nyata yang merugikan adalah maraknya penyelundupan pakaian bekas atau ballpress. Praktik ini dinilai secara langsung merusak pasar lokal, mulai dari sektor UMKM, penjahit rumahan, hingga industri tekstil nasional yang sudah susah payah membangun kapasitas produksinya.

Selain sektor tekstil, ancaman impor beras ilegal juga menjadi perhatian serius. Penyelundupan komoditas pangan ini tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga berdampak fatal bagi kesejahteraan petani lokal serta stabilitas harga bagi konsumen di dalam negeri.

Meski tantangan penyelundupan terus mengintai, kinerja Bea Cukai dalam menghimpun pendapatan negara menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data terbaru, hingga akhir September 2026, total penerimaan kepabeanan dan cukai telah mencapai angka Rp240,28 triliun.

Realisasi tersebut menunjukkan angka yang cukup signifikan, yakni mencapai 71,51 persen dari total target APBN yang telah ditetapkan. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, pertumbuhan penerimaan ini tercatat naik sebesar 8,57 persen. Capaian ini menjadi modal penting bagi pemerintah untuk terus memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar