55tv.co.id – PT TASPEN (Persero) kini tengah mengambil langkah strategis dalam memperkokoh struktur internal perusahaan melalui penguatan sistem Governance, Risk, and Compliance (GRC). Langkah ini diambil sebagai fondasi utama untuk mendukung transformasi perusahaan sekaligus memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di masa depan.

Related Post
Upaya serius tersebut diwujudkan melalui gelaran bertajuk TASPEN GRC Insight Forum (TGIF) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (6/10). Mengusung tema besar "Empowering Sustainable Growth Through Integrity, Resilience, and Proactive Collaboration", forum ini menjadi wadah penting bagi perusahaan untuk menyelaraskan nilai-nilai integritas dengan ketahanan organisasi dalam menghadapi dinamika pasar yang kian kompleks.

Acara ini menghadirkan sejumlah pakar terkemuka sebagai narasumber utama. Di antaranya adalah Riko Banardi, selaku Managing Director Risk Management PT Danantara Asset yang bertindak sebagai pembicara kunci. Selain itu, hadir pula Dr. Yunus Husein, seorang pakar dalam bidang Anti-Money Laundering & Financial Crime, serta Dr. Hendry Julian Noor yang merupakan ahli dalam bidang Corporate Law & Governance.
Kehadiran para ahli ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya tata kelola yang bersih dan manajemen risiko yang proaktif. Forum ini diikuti secara antusias oleh jajaran Dewan Komisaris dan Direksi TASPEN, jajaran Direksi anak perusahaan, hingga para pimpinan unit kerja dari kantor pusat. Tak hanya itu, para Branch Manager dan seluruh insan TASPEN dari berbagai pelosok Indonesia juga turut berpartisipasi, baik secara luring maupun melalui koneksi daring.
Komisaris Utama TASPEN, Fary Djemy Franscis, dalam sambutannya menekankan bahwa penguatan GRC tidak boleh berhenti pada tataran regulasi semata. Menurutnya, organisasi harus memiliki kemampuan untuk terus belajar dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh karyawan atas dedikasi mereka yang selama ini menjaga kepercayaan publik.
"Di balik hak peserta yang dibayarkan tepat waktu, ada ketelitian, koordinasi, dan pengabdian yang sering tidak terlihat. Terima kasih kepada seluruh insan TASPEN yang telah menghadirkan kepastian bagi jutaan keluarga," ungkap Fary dalam pidatonya.
Langkah penguatan tata kelola ini menjadi sangat krusial di tengah perubahan lanskap bisnis global. TASPEN menyadari bahwa percepatan digitalisasi dan transformasi besar-besaran BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia menuntut kesiapan organisasi yang lebih tangguh. Dengan memperkuat aspek GRC, TASPEN berkomitmen untuk tidak hanya mengejar kinerja finansial yang tinggi, tetapi juga menjaga amanah dan memberikan layanan terbaik bagi seluruh peserta melalui pengelolaan risiko yang terukur dan kepatuhan yang ketat.










Tinggalkan komentar