Harga Kedelai Melonjak Drastis

Harga Kedelai Melonjak Drastis

55tv.co.id – Kenaikan harga kedelai impor di pasar domestik kini tengah menjadi sorotan serius. Lonjakan harga bahan baku utama ini mulai mengancam keberlangsungan usaha mikro, khususnya para perajin tahu dan tempe yang sangat bergantung pada komoditas tersebut. Menanggapi situasi yang kian memburuk, pemerintah kini tengah mempertimbangkan langkah strategis dengan membuka opsi pemberian subsidi guna meredam dampak ekonomi di tingkat produsen.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan serta Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per awal Oktober 2026, harga rata-rata kedelai biji kering impor di pasar nasional telah menyentuh angka Rp13.600 hingga Rp13.700 per kilogram. Angka ini menunjukkan tren kenaikan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Harga Kedelai Melonjak Drastis
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kondisi ini memicu kekhawatiran karena harga pasar saat ini telah melampaui batas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah. Merujuk pada Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, batas maksimal harga yang ditetapkan adalah Rp12.000 per kilogram untuk tingkat perajin tahu dan tempe, sementara untuk tingkat importir dipatok pada angka Rp11.500 per kilogram. Dengan harga pasar yang menembus Rp13.700, terdapat selisih yang cukup lebar yang harus ditanggung oleh para pelaku usaha.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyatakan bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi fluktuasi harga ini. Pihaknya tengah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk memastikan keterjangkauan harga pangan olahan berbasis kedelai tetap terjaga bagi masyarakat luas. Langkah ini sangat krusial mengingat tahu dan tempe merupakan sumber protein nabati utama yang sangat terjangkau bagi sebagian besar lapisan masyarakat Indonesia.

"Kami sedang melakukan koordinasi lintas kementerian untuk mencari solusi terbaik. Fokus utama kami adalah menjaga agar rantai pasok tetap berjalan dan harga di tingkat konsumen tidak melonjak terlalu tinggi," ujar pihak otoritas terkait.

Pemerintah kini tengah mengkaji efektivitas penyaluran subsidi kedelai sebagai salah satu opsi solusi. Jika subsidi ini disalurkan, diharapkan beban biaya produksi yang kini mencapai sekitar Rp13.200 per kilogram di tingkat perajin dapat ditekan kembali. Hal ini penting agar para perajin tidak perlu menaikkan harga jual produk jadi secara drastis, yang dikhawatirkan akan menurunkan daya beli masyarakat terhadap produk olahan kedelai.

Selain opsi subsidi, pemerintah juga terus memantau stabilitas pasokan dari importir untuk memastikan tidak terjadi penimbunan yang dapat memperparah kelangkaan barang di pasar. Koordinasi antara Kementerian Perdagangan, Bapanas, dan instansi terkait lainnya diharapkan dapat segera membuahkan kebijakan konkret guna menstabilkan harga kedelai di pasar nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar