Harta Karun Laut Indonesia Jadi Incaran Dunia

Harta Karun Laut Indonesia Jadi Incaran Dunia

55tv.co.id – Indonesia kini tengah bersiap mengubah wajah sektor kelautan dan perikanannya menjadi kekuatan ekonomi baru yang masif. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, potensi laut yang dimiliki Indonesia bukan sekadar pemandangan alam, melainkan aset ekonomi raksasa yang siap mendongkrak pertumbuhan nasional jika dikelola dengan strategi ekonomi biru yang tepat.

COLLABMEDIANET

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, secara tegas mengajak para pelaku sektor keuangan, investor global, dunia usaha, hingga mitra pembangunan untuk segera memperkuat kolaborasi. Tujuannya jelas, yakni mempercepat arus investasi di sektor ekonomi biru guna mentransformasi sektor kelautan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang modern, produktif, dan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.

Harta Karun Laut Indonesia Jadi Incaran Dunia
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam forum bergengsi Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 yang digelar di Jakarta, Trenggono menekankan bahwa ekonomi biru bukan sekadar agenda pelestarian alam atau upaya melindungi ekosistem laut semata. Lebih dari itu, ini adalah strategi pembangunan ekonomi yang komprehensif. Melalui pendekatan ini, Indonesia berambisi menciptakan lapangan kerja baru, memperkokoh ketahanan pangan nasional, meningkatkan volume ekspor, hingga menarik aliran modal asing yang besar.

"Laut adalah salah satu aset ekonomi terbesar yang kita miliki. Ekonomi biru bukan hanya tentang melindungi sumber daya laut, tetapi tentang bagaimana kita mentransformasikan kekayaan tersebut menjadi nilai ekonomi jangka panjang yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," tegas Trenggono di hadapan para pemangku kepentingan.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah melalui KKP saat ini tengah menggenjot enam Program Prioritas Nasional. Program-program tersebut mencakup inisiatif strategis seperti Program Kampung Nelayan Merah Putih, revitalisasi tambak di sepanjang Pantai Utara Jawa, pengembangan Tambak Udang Terintegrasi, pengembangan budidaya perikanan berbasis desa, modernisasi armada perikanan nasional, hingga upaya mencapai swasembada garam nasional. Seluruh langkah ini dirancang untuk menjadikan sektor kelautan sebagai penggerak ekonomi berbasis investasi yang kuat.

Salah satu keberhasilan nyata yang disorot adalah kolaborasi dengan Standard Chartered dalam pengembangan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Nusa Tenggara Timur. Trenggono menilai, model pembiayaan strategis seperti ini adalah kunci untuk mempercepat investasi sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat di wilayah pesisir.

Ke depannya, pemerintah membuka pintu lebar-lebar bagi lembaga keuangan untuk memperluas dukungan pembiayaan pada sektor-sektor krusial, seperti akuakultur berkelanjutan, hilirisasi rumput laut, industri pengolahan hasil laut, hingga pembangunan infrastruktur rantai dingin (cold chain) dan logistik kelautan.

Fokus utama transformasi ini terletak pada hilirisasi. Indonesia tidak ingin lagi hanya menjadi eksportir bahan baku mentah. Pemerintah mendorong terciptanya nilai tambah melalui proses pengolahan, manufaktur, inovasi teknologi, dan penerapan sistem jaminan mutu yang ketat. Dengan naik kelas dalam rantai nilai global, Indonesia optimistis dapat meningkatkan daya saing produknya di pasar internasional, memperbesar nilai ekspor, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas bagi masyarakat pesisir.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar