55tv.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan melaporkan kondisi terkini mengenai postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga periode September 2026. Berdasarkan data terbaru, tercatat adanya defisit anggaran sebesar Rp319,0 triliun. Jika dipresentasikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), angka defisit tersebut setara dengan 1,24 persen.

Related Post
Meskipun angka defisit tersebut terlihat besar, Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan penjelasan mendalam mengenai kondisi fiskal tersebut. Ia menegaskan bahwa angka defisit yang muncul hingga akhir kuartal ketiga tahun 2026 ini sebenarnya sudah sesuai dengan perencanaan awal yang telah disusun oleh pemerintah.

Menurut Suahasil, struktur APBN memang sengaja dirancang untuk memiliki defisit guna mendukung berbagai program ekspansi belanja negara. Hal ini dilakukan agar pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup untuk mendanai berbagai kebutuhan pembangunan dan perlindungan sosial bagi masyarakat luas.
"Defisit APBN di angka Rp319,0 triliun atau sekitar 1,24 persen PDB memang sudah sesuai dengan desain awal kita. Sejak awal, APBN kita memang didesain untuk mengalami defisit," ujar Suahasil saat memberikan keterangan resmi di Jakarta pada Kamis (8/10/2026).
Lebih lanjut, Suahasil memaparkan bahwa skema defisit ini merupakan strategi agar kapasitas belanja pemerintah dapat melampaui jumlah pendapatan yang dihimpun dari masyarakat. Dengan demikian, pemerintah memiliki modal yang cukup untuk menggerakkan roda ekonomi melalui berbagai program strategis.
Ia menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga kredibilitas APBN. Fokus utama pemerintah adalah memastikan bahwa setiap rupiah yang dikumpulkan dari rakyat akan dikembalikan lagi kepada rakyat dalam bentuk belanja negara yang bermanfaat. "APBN akan terus menjadi instrumen yang menumbuhkan, melindungi, dan tetap kredibel. Kami menjaga angka-angkanya agar tetap dapat dipercaya oleh publik," tambahnya.
Di sisi lain, Suahasil memberikan catatan positif terhadap kinerja pelaksanaan APBN secara keseluruhan. Ia menilai performa fiskal hingga akhir September 2026 tergolong sangat solid dan berjalan sesuai jalur yang direncanakan.
Hal ini didukung oleh capaian realisasi Pendapatan Negara yang cukup impresif. Hingga penutupan September 2026, pendapatan negara telah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp2.341,5 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa pemerintah telah berhasil mencapai 74,5 persen dari total target fiskal yang telah ditetapkan untuk tahun berjalan.
Dengan kombinasi pendapatan yang terus tumbuh dan belanja yang terukur, pemerintah optimis dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Fokus utama ke depan adalah memastikan belanja negara tetap tepat sasaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.










Tinggalkan komentar