Strategi Baru Hentikan Impor Tepung Telur

Strategi Baru Hentikan Impor Tepung Telur

55tv.co.id – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional melalui sektor peternakan. Salah satu strategi krusial yang akan segera dieksekusi adalah pembangunan pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging secara mandiri di dalam negeri. Langkah ambisius ini diproyeksikan menjadi senjata utama pemerintah untuk memutus rantai ketergantungan terhadap produk impor yang selama ini membebani pasar domestik.

COLLABMEDIANET

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa proyek strategis ini direncanakan mulai berjalan pada tahun depan. Pembangunan fasilitas pengolahan ini ditargetkan tidak memakan waktu lama. Amran optimis bahwa dalam kurun waktu 1,5 hingga maksimal 2 tahun, pabrik tersebut sudah bisa beroperasi penuh untuk melayani kebutuhan industri nasional.

Strategi Baru Hentikan Impor Tepung Telur
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Insya Allah, mudah-mudahan tahun depan kita sudah bisa mulai. Targetnya 1,5 tahun, maksimal 2 tahun. Namun, jika memungkinkan, kami ingin menyelesaikannya dalam 1,5 tahun saja. Ini adalah solusi permanen bagi permasalahan kita," ujar Amran dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Rencana besar ini bukan sekadar wacana sepihak dari Kementerian Pertanian. Amran menjelaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan bersama pihak-pihak terkait, termasuk Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) atau yang sebelumnya berkaitan dengan pengelolaan BUMN, Dony Oskaria, serta Menteri Perdagangan, Budi Santoso. Sinergi lintas kementerian ini bertujuan untuk membangun sebuah ekosistem peternakan yang terintegrasi secara menyeluruh.

Pemerintah ingin menciptakan sebuah rantai nilai yang kuat, mulai dari sektor hulu hingga ke hilir. Dengan adanya pabrik pengolahan ini, Indonesia tidak hanya akan mampu memproduksi bahan baku sendiri, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola hasil ternak secara lebih efisien.

Salah satu manfaat paling signifikan dari keberadaan pabrik ini adalah kemampuannya dalam menyerap kelebihan produksi (surplus) telur dan daging ayam di tingkat peternak lokal. Selama ini, ketika terjadi lonjakan produksi di dalam negeri, harga seringkali anjlok karena tidak adanya fasilitas pengolahan yang mampu mengubah produk segar menjadi produk turunan yang tahan lama. Dengan teknologi tepung telur dan daging, kelebihan produksi tersebut dapat diolah menjadi bahan baku industri yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Lebih lanjut, Amran menegaskan bahwa setelah fasilitas pengolahan ini berdiri dan beroperasi secara stabil, pemerintah akan mengambil langkah tegas untuk menghentikan seluruh aktivitas impor tepung telur. Hal ini dilakukan demi melindungi industri peternakan dalam negeri dan memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan baku bagi industri makanan di Indonesia.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian pangan yang nyata, di mana Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar bagi produk luar negeri, melainkan menjadi pemain utama yang mampu mengelola sumber daya hewani secara mandiri dan berkelanjutan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar