55tv.co.id – Ambisi pemerintah untuk menjadikan wilayah Papua sebagai pusat ketahanan pangan nasional mulai menunjukkan titik terang. Melalui pembangunan infrastruktur yang masif, kawasan Merauke di Papua Selatan kini dipersiapkan menjadi lumbung pangan baru yang diharapkan mampu menyokong kebutuhan beras nasional secara signifikan.

Related Post
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, melakukan peninjauan langsung ke Kawasan Sentra Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) yang terletak di Wanam, Kabupaten Merauke, pada Kamis (8/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, terlihat hamparan tanaman padi yang tetap tumbuh subur dan menghijau meskipun saat ini tengah memasuki musim kemarau. Fenomena ini menjadi bukti pentingnya manajemen sumber daya air yang tepat di wilayah tersebut.

Menurut Menteri Dody, kunci utama dari keberhasilan pengembangan lahan pertanian di Wanam adalah ketersediaan air yang stabil. Ia menegaskan bahwa peran Kementerian PU sangat krusial dalam memastikan pasokan air tetap mengalir secara berkelanjutan, bahkan saat cuaca ekstrem atau musim kering melanda.
"Di saat musim kemarau ternyata di sini air tetap mengalir. Tugas kami adalah memastikan air tawar ini selalu tersedia dalam kondisi apa pun agar pertanian tidak terganggu," ujar Dody dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Dody menjelaskan bahwa fokus utama Kementerian PU dalam proyek ini adalah penyediaan infrastruktur sumber daya air. Hal ini mencakup pembangunan jaringan irigasi rawa, saluran primer, saluran sekunder, hingga sistem pengendalian banjir. Menurutnya, pembagian peran antara kementerian sangat jelas; Kementerian PU bertanggung jawab pada penyediaan infrastruktur air, sementara pengembangan lahan pertanian akan dilakukan secara paralel oleh sektor terkait.
"Jika berbicara mengenai sawah, porsi pekerjaan kami adalah memastikan ketersediaan air. Kami menyiapkan irigasi primer dan sekunder. Desain awal kami memang difokuskan agar air selalu tersedia, sehingga nantinya sektor pertanian dapat fokus mengembangkan lahan secara maksimal," tambahnya.
Hingga awal Oktober 2026, progres pembangunan di kawasan KSPEAN Merauke menunjukkan hasil yang positif. Dari target total pembangunan jaringan saluran sepanjang 180 kilometer, saat ini telah terealisasi sebanyak 133 kilometer. Pekerjaan ini meliputi jaringan irigasi rawa dan saluran pengendali banjir yang sangat vital bagi ekosistem pertanian di Merauke.
Sebagai langkah awal, pemerintah telah melakukan penanaman padi pada area demplot di KM 21 seluas kurang lebih 40 hektare. Proyek percontohan ini dijadwalkan akan memasuki masa panen perdana pada awal hingga pertengahan November 2026 mendatang.
"Paling lambat pertengahan November kita sudah bisa melihat hasil panennya. Ini merupakan tahap uji coba atau trial terlebih dahulu. Setelah hasilnya terbukti sukses, kami akan menunggu arahan dari Kementerian Pertanian untuk segera melakukan perluasan area penanaman secara besar-besaran," pungkas Dody.
Keberhasilan proyek di Merauke ini diharapkan menjadi katalisator bagi kemandirian pangan Indonesia, sekaligus mengubah wajah ekonomi Papua melalui sektor agraris yang modern dan terintegrasi.










Tinggalkan komentar