Krisis Armada KRL Jabodetabek Mengancam

Krisis Armada KRL Jabodetabek Mengancam

55tv.co.id – Upaya pemerintah dalam memperkuat armada transportasi publik di wilayah Jabodetabek kini tengah menghadapi tantangan serius. Keterbatasan kapasitas produksi dalam negeri menjadi penghambat utama dalam memenuhi kebutuhan Kereta Rel Listrik (KRL) yang terus meningkat. PT Industri Kereta Api (INKA), sebagai produsen kereta api kebanggaan nasional, diketahui belum mampu mengejar target pengadaan armada secara cepat.

COLLABMEDIANET

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan bahwa terdapat ketimpangan antara target pengadaan dengan realisasi di lapangan. Berdasarkan alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) yang telah disetujui sejak tahun 2023, pemerintah sebenarnya menargetkan pengadaan sebanyak 35 trainset KRL. Namun, hingga proyeksi tahun 2027 mendatang, jumlah yang dipastikan rampung baru mencapai 27 trainset. Artinya, masih ada kekurangan delapan trainset yang belum masuk dalam rencana penyelesaian pengadaan.

Krisis Armada KRL Jabodetabek Mengancam
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Kami terus mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar dapat menuntaskan seluruh kewajiban pengadaan ini. Fokus utama kami adalah memenuhi kekurangan dari target 35 trainset yang sudah disetujui pada tahun 2023 lalu," ujar Dudy saat memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Dudy juga menekankan bahwa meskipun kecepatan pengadaan menjadi prioritas, pemerintah tidak akan mengabaikan standar kualitas. Aspek kelaikan teknis dan faktor keselamatan penumpang tetap menjadi poin utama yang harus dipastikan sebelum armada baru tersebut dioperasikan secara massal di jalur komuter.

Jika menilik rincian pengadaan yang sedang berjalan, saat ini terdapat kombinasi antara armada impor dan produksi lokal. Sebanyak 11 trainset baru yang didatangkan dari China telah berhasil tiba dan sudah mulai beroperasi melayani masyarakat. Sementara itu, 16 trainset lainnya tengah dalam proses pengerjaan oleh INKA.

Persoalan semakin kompleks karena INKA juga masih harus menyelesaikan tujuh trainset yang sebelumnya sempat mengalami kendala teknis. Dari jumlah tersebut, pemerintah menargetkan dua unit dapat selesai pada tahun ini, sementara tujuh unit lainnya baru dijadwalkan rampung pada tahun 2027.

Kendala utama yang diidentifikasi oleh Kementerian Perhubungan adalah rendahnya ritme produksi di pabrik INKA. Menurut Dudy, kapasitas produksi perusahaan pelat merah tersebut tergolong lambat untuk memenuhi kebutuhan mendesak di Jabodetabek. Saat ini, rata-rata kemampuan produksi INKA hanya berkisar pada angka tiga trainset per tahun.

"Ada harapan besar agar kebutuhan ini segera terpenuhi. Namun kita harus realistis, proses produksi di INKA membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jika melihat rekam jejaknya, rata-rata produksi mereka hanya mampu menghasilkan tiga trainset setiap tahunnya," tambah Dudy.

Kondisi ini menjadi sinyal bagi pemerintah untuk segera mencari solusi strategis, baik melalui peningkatan kapasitas pabrik dalam negeri maupun skema pengadaan lainnya, agar mobilitas jutaan warga Jabodetabek tidak terganggu akibat kekurangan armada di masa mendatang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar