55tv.co.id – Keberlangsungan pasokan energi di wilayah perbatasan Indonesia merupakan aspek krusial yang menentukan stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat. Di ujung timur Nusantara, tepatnya di Merauke, sebuah infrastruktur vital bernama Terminal Khusus (Tersus) Merauke memegang peranan kunci dalam memastikan aliran bahan bakar minyak (BBM) tetap lancar dan tidak terputus.

Related Post
Terminal Khusus ini merupakan bagian integral dari ekosistem Fuel Terminal (FT) Merauke yang dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga (PPN). Keberadaannya bukan sekadar fasilitas pelabuhan biasa, melainkan urat nadi yang menyuplai kebutuhan energi bagi berbagai wilayah di Provinsi Papua Selatan. Cakupan distribusinya meliputi Kabupaten Merauke, Asmat, Boven Digoel, hingga Mappi, yang semuanya sangat bergantung pada stabilitas pasokan energi untuk aktivitas sehari-hari.

Dalam menjalankan fungsi operasionalnya, Tersus Merauke dikelola secara profesional oleh PT Pertamina Trans Kontinental (PTK). Peran utama PTK di sini adalah menyediakan layanan kepelabuhanan yang mumpuni, mulai dari pengaturan proses sandar kapal-kapal pengangkut energi hingga memastikan seluruh prosedur bongkar muat berjalan sesuai standar keamanan yang ketat. Tanpa layanan kepelabuhanan yang andal, rantai distribusi energi dari laut menuju daratan akan mengalami hambatan serius.
Komisaris Utama PTK, Subagjo Hari Moeljanto, menegaskan bahwa operasional terminal ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi ketahanan energi nasional. Hal ini terutama dirasakan di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan geografis tersendiri. Menurutnya, menjaga ketersediaan energi di wilayah terluar adalah bagian dari upaya negara dalam menjaga kedaulatan dan kesejahteraan rakyat.
"Operasional PTK bertujuan untuk mendukung penuh proses distribusi migas, sembari memastikan seluruh kegiatan tetap patuh pada regulasi yang berlaku serta memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan," ujar Subagjo saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi Tersus Merauke pada Rabu (7/10/2026).
Lebih lanjut, Subagjo menekankan bahwa layanan kepelabuhanan di Tersus Merauke menuntut tingkat keandalan operasional yang sangat tinggi. Mengingat komoditas yang dikelola adalah energi yang bersifat fluktuatif dan memiliki risiko tinggi, penerapan standar keselamatan (safety) dan keamanan (security) menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.
Dengan manajemen yang solid dan infrastruktur yang terjaga, Tersus Merauke diharapkan terus mampu menjadi benteng pertahanan energi di Papua Selatan. Hal ini memastikan bahwa masyarakat di pelosok timur Indonesia dapat menikmati akses energi yang stabil, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat konektivitas antarwilayah di tanah Papua.








Tinggalkan komentar