Ekspansi Pasar Baru Produk Perikanan RI

Ekspansi Pasar Baru Produk Perikanan RI

55tv.co.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah melakukan langkah strategis besar untuk memperluas jangkauan pasar produk kelautan di kancah internasional. Tidak lagi hanya terpaku pada negara-negara industri mapan, Indonesia kini mulai membidik kawasan Afrika dan Timur Tengah sebagai pasar potensial baru untuk produk perikanan nasional.

COLLABMEDIANET

Langkah ekspansi ini diambil sebagai upaya diversifikasi pasar guna mengurangi ketergantungan pada negara-negara tujuan ekspor konvensional. Selama ini, komoditas perikanan Indonesia memang sangat bergantung pada permintaan dari pasar tradisional seperti Jepang, China, Amerika Serikat, serta kawasan Eropa. Namun, melihat potensi pertumbuhan ekonomi di wilayah lain, pemerintah merasa perlu untuk segera melakukan penetrasi ke pasar-pasar baru tersebut.

Ekspansi Pasar Baru Produk Perikanan RI
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Dirjen PDS PKP) KKP, Yudi Nurul Ihsan, menjelaskan bahwa meskipun pasar utama seperti Jepang dan China tetap menjadi tulang punggung ekspor, namun peluang di wilayah lain tidak boleh diabaikan. Menurutnya, Afrika dan Timur Tengah memiliki karakteristik permintaan yang unik dan sangat menjanjikan untuk meningkatkan volume perdagangan produk laut Indonesia.

"Target kita pada negara-negara seperti Jepang, China, Eropa, dan Amerika tetap menjadi prioritas utama. Namun, sekarang kita juga mulai menambahkan fokus ke wilayah Afrika dan Timur Tengah. Kedua kawasan tersebut menjadi target baru bagi produk-produk kelautan dan perikanan kita," ujar Yudi dalam keterangannya.

Ambisi besar ini bukan tanpa alasan. Pemerintah memiliki target yang sangat ambisius untuk mendongkrak nilai ekspor perikanan nasional. Saat ini, nilai ekspor perikanan Indonesia tercatat masih berada di angka sekitar US$6 miliar. Dengan melakukan perluasan pasar ke wilayah-wilayah baru, KKP menargetkan nilai ekspor tersebut dapat melonjak drastis hingga menembus angka US$10 miliar.

Pencapaian target ini menuntut adanya penguatan daya saing produk di pasar internasional. Indonesia tidak hanya dituntut untuk sekadar mengirimkan produk, tetapi juga harus memastikan kualitas, standar keamanan pangan, dan keberlanjutan produk memenuhi kriteria ketat yang diinginkan oleh pasar global, termasuk di negara-negara baru yang sedang dibidik.

Yudi menekankan bahwa peningkatan nilai ekspor hingga dua kali lipat adalah tantangan yang harus dihadapi dengan serius. Dengan memperkuat daya saing produk, Indonesia optimistis dapat menguasai pangsa pasar yang lebih luas dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi para nelayan serta pelaku industri perikanan di dalam negeri. Melalui strategi ekspansi ini, Indonesia berharap dapat memperkokoh posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri perikanan global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar