55tv.co.id – PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) menunjukkan taringnya di pasar digital dengan mencatatkan performa keuangan yang sangat impresif sepanjang tahun 2026. Perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan elektronik ini berhasil membukukan lonjakan pendapatan neto yang signifikan, mencapai angka Rp22,24 triliun hingga periode kuartal ketiga tahun 2026.

Related Post
Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan yang sangat kuat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Secara tahunan atau year-on-year (yoy), pendapatan neto perusahaan melonjak tajam sebesar 46 persen. Angka ini menunjukkan bahwa strategi ekspansi dan penguatan ekosistem digital yang dijalankan perusahaan mulai membuahkan hasil yang manis bagi para pemangku kepentingan.

Jika menilik lebih dalam pada laporan kinerja keuangan yang dirilis, pendapatan neto Global Digital Niaga pada sembilan bulan pertama tahun 2026 (9M26) tercatat sebesar Rp22,24 triliun. Angka fantastis ini naik drastis dibandingkan dengan capaian pada periode sembilan bulan pertama tahun 2025 yang berada di angka Rp15,24 triliun.
Tren positif ini juga terlihat pada performa kuartalan. Pada kuartal ketiga tahun 2026 (3Q26) saja, pendapatan neto perseroan tumbuh sebesar 31 persen secara yoy menjadi Rp7,41 triliun. Sebagai perbandingan, pada kuartal ketiga tahun 2025, pendapatan yang diraih berada di level Rp5,64 triliun.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kontribusi masif di seluruh lini bisnis perusahaan. Salah satu motor penggerak utama adalah segmen ritel pihak pertama (first-party/1P). Penjualan produk-produk populer, terutama perangkat ponsel pintar (smartphone) dan perlengkapan olahraga, menjadi penyumbang terbesar dalam mendongkrak pendapatan.
Tak hanya itu, segmen online travel agent (OTA) dan segmen institusi juga menunjukkan tren peningkatan yang stabil. Perusahaan juga semakin memperkuat strategi omnichannel melalui ekspansi jaringan toko fisik yang terintegrasi dengan layanan daring, sehingga memberikan pengalaman belanja yang lebih lengkap bagi konsumen.
Dari sisi efisiensi dan profitabilitas, BELI juga menunjukkan perbaikan yang sangat menggembirakan. Perusahaan berhasil meningkatkan take rate menjadi 9,1 persen pada periode sembilan bulan pertama 2026, naik dari sebelumnya yang hanya sebesar 8,4 persen pada tahun lalu. Bahkan, pada kuartal ketiga 2026, take rate perusahaan mampu menyentuh angka 9,3 persen.
Peningkatan efisiensi operasional ini berbanding lurus dengan pertumbuhan laba bruto sebelum diskon (gross profit before discount/GPBD). Selama sembilan bulan pertama 2026, GPBD tumbuh sebesar 20 persen secara yoy. Khusus untuk kinerja pada kuartal ketiga 2026, pertumbuhan GPBD bahkan melesat lebih tinggi, yakni mencapai 26 persen secara tahunan. Dengan fundamental yang semakin kokoh, BELI optimis dapat terus mempertahankan momentum pertumbuhan ini hingga akhir tahun.










Tinggalkan komentar