55tv.co.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan terobosan strategis untuk memperkuat ekosistem pasar modal tanah air. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan merilis hasil kajian mendalam mengenai efektivitas insentif perpajakan bagi perusahaan-perusahaan yang telah melantai di bursa. Kajian ini dilakukan bekerja sama dengan pakar pajak, PT Dimensi International Tax, guna memastikan fasilitas fiskal yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para emiten.

Related Post
Langkah ini bukan sekadar evaluasi rutin, melainkan bagian dari misi besar bursa untuk mendorong perusahaan tercatat agar memiliki tata kelola yang lebih baik. Dengan tata kelola yang kuat, insentif pajak diharapkan tidak hanya menjadi pengurang beban biaya, tetapi juga menjadi mesin penggerak pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah telah menyediakan skema pengurangan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan sebesar 3 persen bagi perusahaan terbuka yang mampu memenuhi kriteria tertentu. Fasilitas ini merupakan peluang emas yang sering kali belum tergarap secara maksimal oleh para pelaku usaha.
"Kami melihat ada potensi besar dalam pemanfaatan insentif ini. Melalui kajian yang berfokus pada empat pilar utama insentif, kami berharap perusahaan-perusahaan, baik yang sudah tercatat maupun calon emiten, dapat memperkuat struktur finansial mereka," ujar Jeffrey dalam acara Go Public Academy for Small Medium Enterprises yang digelar di Main Hall BEI, Senin (2/11/2026).
Menurut Jeffrey, manfaat nyata dari kebijakan ini sudah mulai terlihat pada beberapa emiten. Ia memberikan contoh sukses PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) yang berhasil memanfaatkan fasilitas perpajakan tersebut untuk memperkuat fundamentalnya. Dampaknya, perusahaan tersebut mampu melakukan migrasi status dari Papan Akselerasi menuju Papan Pengembangan, sebuah indikator nyata dari kenaikan kelas sebuah bisnis.
Lebih lanjut, Jeffrey menegaskan bahwa peran BEI tidak berhenti hanya pada saat sebuah perusahaan melakukan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). Bursa berkomitmen untuk mendampingi perusahaan sejak tahap awal melalui berbagai program edukasi dan pembinaan. Tujuannya agar perusahaan tersebut siap menggunakan pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka panjang untuk ekspansi bisnis.
Menariknya, BEI menekankan bahwa fokus utama mereka saat ini bukanlah mengejar kuantitas atau jumlah perusahaan yang melakukan IPO setiap tahunnya. Sebaliknya, bursa lebih mengedepankan kualitas fundamental dan ketahanan jangka panjang dari setiap emiten. Dengan fokus pada kualitas, diharapkan pasar modal Indonesia akan semakin sehat, kredibel, dan mampu memberikan imbal hasil yang stabil bagi para investor di masa depan.










Tinggalkan komentar