Stop Transit di Singapura Bahlil Tegas

Stop Transit di Singapura Bahlil Tegas

55tv.co.id – Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas untuk mengamankan nilai ekonomi dari kekayaan alam yang dimiliki negara. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengeluarkan instruksi keras agar seluruh pengiriman komoditas sumber daya alam (SDA) Indonesia untuk keperluan ekspor dilakukan secara langsung ke negara tujuan.

COLLABMEDIANET

Langkah ini diambil untuk memutus rantai perdagangan yang selama ini dinilai merugikan Indonesia. Bahlil secara spesifik menekankan agar komoditas unggulan tanah air tidak lagi singgah atau melakukan transit di negara perantara, termasuk Singapura, sebelum sampai ke tangan pembeli akhir.

Stop Transit di Singapura Bahlil Tegas
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Instruksi tersebut disampaikan Bahlil secara lugas saat memberikan sambutan dalam pembukaan ajang bergengsi Mineral Convention (MINCON) 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Senin (2/11/2026). Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa praktik transit yang selama ini lazim terjadi harus segera dihentikan.

Menurut Bahlil, kebiasaan mengirimkan barang melalui negara ketiga hanya akan memberikan keuntungan finansial yang besar bagi negara tersebut. Ia menyoroti bahwa negara transit mendapatkan limpahan manfaat ekonomi yang seharusnya menjadi hak Indonesia, mulai dari pendapatan pajak hingga kontribusi positif terhadap neraca perdagangan mereka.

"Pak Dirjen, saya perintahkan lewat forum ini, jangan lagi ada pengiriman sumber daya alam kita, kalau kita ekspor, lewat transit negara tertentu. Saya tidak mau hal itu terus terjadi," tegas Bahlil di hadapan para peserta konferensi.

Sebagai ilustrasi, Bahlil memberikan contoh nyata pada jalur perdagangan menuju Tiongkok. Jika Indonesia ingin mengirimkan komoditas ke negara tersebut, maka kapal pengangkut harus berangkat langsung dari pelabuhan di Indonesia menuju pelabuhan di Tiongkok. Ia tidak ingin ada jeda atau pemberhentian di negara lain yang hanya sekadar menjadi perantara logistik.

Selama ini, Singapura memang memegang peran krusial sebagai pusat logistik dan keuangan (hub) utama di kawasan Asia Tenggara. Posisi strategis ini menjadikan Singapura sebagai titik temu perdagangan internasional, di mana banyak komoditas dari negara tetangga, termasuk Indonesia, singgah terlebih dahulu untuk keperluan administrasi atau logistik sebelum diteruskan ke pasar global.

Namun, kebijakan baru ini menunjukkan ambisi pemerintah untuk memaksimalkan kedaulatan ekonomi. Dengan memotong jalur transit, Indonesia berharap dapat mengoptimalkan pendapatan negara dan memastikan bahwa setiap nilai tambah dari ekspor SDA benar-benar dirasakan oleh ekonomi domestik, bukan justru mengalir ke kantong negara tetangga. Melalui kebijakan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa kekayaan alam Indonesia dikelola dengan prinsip yang memberikan manfaat maksimal bagi bangsa.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar