Strategi Baru Amankan Listrik Nasional

Strategi Baru Amankan Listrik Nasional

55tv.co.id – Upaya menjaga stabilitas pasokan listrik di seluruh pelosok Indonesia memasuki babak baru yang sangat krusial. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) secara resmi telah mengamankan komitmen pasokan Liquefied Natural Gas (LNG) dalam skala besar yang bersumber dari Wilayah Kerja (WK) Masela. Langkah strategis ini diproyeksikan akan menjamin ketersediaan energi primer untuk kebutuhan pembangkit listrik selama hampir dua dekade ke depan.

COLLABMEDIANET

Dalam kesepakatan jangka panjang tersebut, PLN EPI akan menerima pasokan LNG sebesar 2,5 juta ton per tahun atau setara dengan sekitar 40 kargo LNG setiap tahunnya. Total volume yang akan diserap mencapai 37,5 juta ton atau setara dengan 600 kargo LNG selama masa kontrak 18 tahun. Rencananya, pasokan masif ini mulai mengalir pada akhir tahun 2030 untuk menyokong kebutuhan operasional pembangkit milik PLN Group di berbagai wilayah tanah air.

Strategi Baru Amankan Listrik Nasional
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Plh Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar pengadaan rutin, melainkan bagian dari strategi besar untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional. Menurutnya, pengamanan pasokan energi primer dalam jangka panjang sangat penting guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi yang terus tumbuh seiring perkembangan ekonomi nasional.

"Pengamanan pasokan LNG dari WK Masela merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan energi primer bagi pembangkit PLN Group dalam jangka panjang," ujar Rakhmad dalam keterangannya di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa kerja sama ini selaras dengan proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik yang telah tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2025-2034. Dengan menjadi pembeli utama (fundamental buyer), PLN EPI berperan penting dalam mendorong percepatan eksekusi proyek pengembangan hulu migas di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi gas bumi domestik agar tidak hanya menjadi cadangan, tetapi benar-benar menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional.

Tak berhenti di Blok Masela, PLN EPI juga tengah gencar melakukan diversifikasi sumber energi melalui pengembangan portofolio South Hub. Strategi ini melibatkan pengumpulan pasokan dari berbagai wilayah kerja migas lainnya, seperti Muara Bakau, East Sepinggan, Ganal, hingga West Ganal. Program South Hub ini ditargetkan mulai beroperasi pada periode 2027 hingga 2037 dengan total volume mencapai 11,2 juta ton atau sekitar 191 kargo LNG.

Untuk memastikan distribusi gas berjalan mulus, PLN EPI juga fokus memperkuat infrastruktur midstream. Perusahaan tengah menyiapkan empat klaster gasifikasi serta sejumlah proyek Floating Storage and Regasification Unit (FSRU). Infrastruktur ini sangat vital untuk mengelola rantai pasok, mulai dari proses penyimpanan, pengangkutan, hingga regasifikasi sebelum gas dialirkan ke pembangkit listrik di berbagai sistem kelistrikan Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar