55tv.co.id – Sebuah inovasi menarik muncul dari tangan dingin Sri Utami yang berhasil menyulap kain tradisional menjadi tren fesyen modern yang diminati banyak kalangan. Melalui brand Jogjastory, ia tidak hanya sekadar menjual pakaian, melainkan juga membawa narasi budaya Yogyakarta ke dalam setiap helai kain yang diproduksi oleh PT Jayasri Samahita Utama.

Related Post
Perjalanan bisnis ini bermula dari sebuah ide sederhana di tengah masa pandemi. Kala itu, Sri yang aktif melakukan aktivitas luar ruangan dengan bersepeda, merasa membutuhkan pakaian yang nyaman namun tetap terlihat modis. Dari kebutuhan personal inilah, ia mulai merancang kemeja bergaya kasual dan urban yang kemudian dipasarkan melalui sistem pre-order.

Siapa sangka, respons pasar sangat positif. Permintaan yang terus melonjak membuat Sri memutuskan untuk melangkah lebih jauh. Pada tahun 2023, ia mulai membenahi legalitas usahanya dan memperluas lini produk. Jogjastory kini tidak lagi hanya dikenal karena kemejanya, tetapi telah bertransformasi menjadi merek fesyen yang menawarkan ragam koleksi, termasuk outer yang menjadi salah satu produk paling favorit di mata pelanggan.
Keunikan utama Jogjastory terletak pada proses kreatifnya. Budaya Yogyakarta bukan sekadar tempelan desain, melainkan jiwa dari setiap produk. Sri menggunakan teknik lukisan tangan untuk menciptakan motif-motif yang mengangkat cerita lokal, yang kemudian didigitalisasi agar dapat diaplikasikan secara presisi pada kain katun organik. Tak hanya itu, ia juga menjalin kolaborasi erat dengan para perajin lokal untuk mengintegrasikan kain lurik ke dalam koleksi modernnya. Perpaduan antara katun organik dan lurik ini menciptakan harmoni antara tradisi dan gaya hidup masa kini.
Dalam upaya memperluas jangkauan pasar, Jogjastory menerapkan strategi pemasaran yang komprehensif. Produk mereka dapat ditemukan melalui sistem konsinyasi di berbagai hotel berbintang dan galeri seni, serta aktif berpartisipasi dalam berbagai pameran bergengsi. Di era digital, Jogjastory juga telah merambah pasar daring melalui platform populer seperti Tokopedia, Shopee, Instagram, hingga WhatsApp.
Meski jangkauan pasarnya telah meluas hingga ke luar Pulau Jawa, Sri mengakui bahwa tantangan besar masih membayangi, terutama terkait kapasitas produksi saat menerima pesanan dalam skala besar. Saat ini, usaha tersebut dijalankan dengan dukungan tiga orang tenaga kerja.
Untuk mempermudah transaksi, terutama saat mengikuti pameran, Sri memanfaatkan teknologi keuangan modern. Ia menggunakan layanan QRIS dari BRI untuk memberikan kemudahan pembayaran bagi para pelanggan setianya. Melalui dukungan ekosistem digital dan semangat melestarikan budaya, Jogjastory membuktikan bahwa wastra lokal mampu bersaing di pasar fesyen modern yang dinamis.










Tinggalkan komentar