Menghijaukan Kembali Lahan Bekas Tambang Tuban

Menghijaukan Kembali Lahan Bekas Tambang Tuban

55tv.co.id – Upaya serius tengah dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekologis pada lahan-lahan yang telah ditinggalkan oleh aktivitas pertambangan kapur. Di Desa Leran Wetan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, sebuah proyek ambisius mulai digulirkan untuk mengubah wajah kawasan bekas tambang yang gersang menjadi kawasan hijau yang produktif. Program pemulihan lahan ini ditargetkan mampu mencakup area seluas 8 hektare pada tahun 2027 mendatang.

COLLABMEDIANET

Langkah restorasi ini tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui tahapan yang terencana dengan matang. Sejak tahun 2025, proses pemulihan telah dimulai secara bertahap. Memasuki fase kedua, sebanyak 500 bibit pohon telah ditanam di lokasi tersebut. Pemilihan jenis vegetasi dilakukan dengan mempertimbangkan dua aspek utama, yakni fungsi konservasi lingkungan dan potensi ekonomi bagi warga setempat.

Menghijaukan Kembali Lahan Bekas Tambang Tuban
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah kerusakan tanah lebih lanjut, jenis tanaman seperti sonokeling dan mahoni dipilih sebagai pilar utama konservasi. Di sisi lain, agar lahan ini juga memberikan nilai tambah secara ekonomi, masyarakat juga dibekali dengan tanaman produktif seperti pohon kelengkeng dan sawo. Dengan demikian, keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari hijaunya lahan, tetapi juga dari manfaat buah yang bisa dinikmati warga di masa depan.

Agar tanaman-tanaman tersebut dapat tumbuh optimal di tengah kondisi tanah bekas tambang yang menantang, infrastruktur pendukung pun disiapkan secara serius. Pihak pengelola telah membangun instalasi perpipaan air yang memadai serta jaringan kelistrikan. Fasilitas ini sangat krusial untuk menjamin proses penyiraman rutin dan pemeliharaan tanaman agar tidak mati di tengah jalan akibat keterbatasan sumber air.

Proyek kolaboratif ini merupakan hasil sinergi antara sektor korporasi dan pemerintah. PT Pertamina Patra Niaga bersama Pertamina Foundation bekerja sama erat dengan Pemerintah Kabupaten Tuban dalam mengawal program ini. Tak hanya itu, keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan, mulai dari perangkat desa, kelompok tani, hingga tokoh masyarakat setempat. Dukungan akademis juga turut mengalir melalui keterlibatan para ahli dari Universitas Sunan Bonang.

General Manager Project Olefin Complex TPPI Tuban, Novriandi, menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam reklamasi lahan bukanlah pada saat penanaman, melainkan pada aspek keberlanjutan. Menurutnya, keberhasilan sebuah program pemulihan lingkungan tidak boleh hanya dilihat dari angka atau jumlah bibit yang berhasil ditancapkan ke tanah.

"Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari keberlanjutan pemeliharaan dan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang," ungkap Novriandi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (7/11/2026). Ia menekankan bahwa kemampuan tanaman untuk bertahan hidup dan tumbuh besar di lahan bekas tambang adalah indikator utama kesuksesan proyek ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar