55 NEWS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang signifikan pada sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (25/6/2025), ditutup melemah 0,44 persen atau 30,45 poin ke level 6.838. Aksi jual masif ini membuat ratusan saham mengalami penurunan harga yang cukup dalam, memicu kekhawatiran di kalangan investor.

Related Post
Sentimen negatif ini tercermin dari data perdagangan yang menunjukkan sebanyak 409 saham mengalami penurunan harga (kebakaran), berbanding terbalik dengan hanya 210 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan. Sementara itu, 168 saham lainnya terpantau stagnan. Total volume saham yang diperdagangkan mencapai 11,65 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp7,25 triliun, yang ditransaksikan sebanyak 715.816 kali.

Secara sektoral, mayoritas sektor mengalami koreksi. Sektor energi memimpin penurunan dengan kontraksi sebesar 1,07 persen, diikuti oleh sektor kesehatan (-0,81 persen), bahan baku (-1,33 persen), keuangan (-0,75 persen), industri (-0,64 persen), properti (-0,98 persen), dan sektor siklikal (-0,50 persen). Hanya sebagian kecil sektor yang mampu bertahan di zona hijau, seperti sektor teknologi yang naik 0,45 persen, transportasi naik 1,31 persen, infrastruktur naik 0,10 persen dan non siklikal naik 0,20 persen.
Di tengah sentimen pasar yang lesu, beberapa saham berhasil mencuri perhatian dengan mencatatkan kenaikan signifikan. PT Mitra Pack Tbk (PTMP) menjadi top gainer dengan kenaikan 32,84 persen ke level Rp89, diikuti oleh PT Master Print Tbk (PTMR) yang melonjak 24,67 persen ke Rp374, dan PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX) yang naik 20,79 persen ke Rp244.
Namun, tidak sedikit pula saham yang mengalami penurunan tajam. PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) menjadi top loser dengan penurunan 14,40 persen ke Rp107, disusul oleh PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) yang turun 12,05 persen ke Rp73, dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang terkoreksi 7,32 persen ke Rp570.
Saham-saham yang paling aktif diperdagangkan pada sesi pertama ini adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Green Power Group Tbk (LABA).
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar