55 NEWS – Perjudian, sebuah industri global yang menghasilkan miliaran dolar setiap tahunnya, terus berkembang pesat meskipun ilegal di beberapa negara. Aktivitas ini hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari kasino mewah, taruhan olahraga yang mendebarkan, hingga judi online yang mudah diakses. Beberapa negara bahkan melegalkan perjudian, menciptakan peluang bisnis besar yang melahirkan miliarder dunia.

Related Post
Statista memperkirakan jumlah pengguna judi online akan mencapai 281,3 juta pada tahun 2029. Tingkat penetrasi pengguna diproyeksikan mencapai 6% pada tahun 2024 dan meningkat menjadi 7,6% pada tahun 2029. Pendapatan pasar perjudian online global diperkirakan mencapai USD100,9 miliar atau sekitar Rp1.649 triliun pada tahun 2024.

Di Indonesia sendiri, transaksi keuangan terkait judi online mencapai Rp47 triliun pada kuartal I-2025, mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp90 triliun. Lalu, negara mana saja yang warganya paling gemar berjudi? Berikut adalah daftar 10 negara teratas berdasarkan data dari berbagai sumber:
Amerika Serikat (AS): Negeri Paman Sam ini menduduki peringkat pertama dengan pendapatan perjudian tertinggi di dunia. American Gaming Association mencatat bahwa industri perjudian komersial di AS meraup lebih dari USD60 miliar per tahun. AS juga diperkirakan akan menghasilkan pendapatan terbesar dari judi online pada tahun 2024, mencapai USD23,03 miliar atau setara Rp376 triliun, meningkat 20,3% dari tahun 2023. Las Vegas, Nevada, dikenal sebagai ibu kota judi dunia, menjadi simbol budaya kasino, hiburan, dan pariwisata malam. Selain Las Vegas, Atlantic City di New Jersey juga merupakan pusat kasino besar di Pantai Timur. Lebih dari 40 negara bagian di AS telah melegalkan berbagai bentuk perjudian. Kerugian kotor akibat judi di AS mencapai USD116,9 miliar pada tahun 2023.
Makau (China): Wilayah administratif khusus di China ini menjadi pesaing utama Las Vegas dalam industri kasino. Perjudian menyumbang sekitar 80% dari total pendapatan pemerintah Makau. Meskipun diatur secara ketat, Makau sangat bergantung pada turisme dan judi sebagai penggerak utama ekonomi. Sementara itu, China secara keseluruhan mencatat kerugian kotor akibat perjudian mencapai USD62,4 miliar, termasuk dari aktivitas ilegal seperti kasino bawah tanah dan permainan mahjong taruhan.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar