55 NEWS – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa intervensi pemerintah melalui kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) menjadi salah satu faktor krusial dalam meredam gejolak nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR pada Rabu (10/9/2025), menggarisbawahi pentingnya sinergi antara kebijakan dan pelaku ekonomi.

Related Post
Purbaya menjelaskan bahwa kewajiban konversi valuta asing (valas) oleh para eksportir, sejalan dengan derasnya arus modal asing yang masuk ke Indonesia, menjadi fondasi kuat bagi stabilitas Rupiah. Surplus neraca perdagangan yang berkelanjutan juga turut memperkokoh posisi mata uang Garuda.

Lebih lanjut, Purbaya menyoroti derasnya aliran modal asing ke pasar Surat Berharga Negara (SBN). Hingga 4 September 2025, tercatat dana asing yang masuk mencapai Rp77,02 triliun. Angka fantastis ini mencerminkan pulihnya kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang solid dan pengelolaan fiskal yang prudent.
Sentimen positif investor juga tercermin pada performa SBN. Imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun berhasil ditekan ke level 6,37 persen, mempersempit selisih (spread) dengan US Treasury menjadi 221 basis poin. Kondisi ini, menurut Purbaya, secara signifikan menurunkan biaya pendanaan (cost of fund) di pasar domestik.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar