Aceh Tamiang Terancam Krisis Logistik? Menteri Dody Hanggodo Beri Ultimatum 3 Hari, Ini Dia Rencana Gila di Baliknya!

Aceh Tamiang Terancam Krisis Logistik? Menteri Dody Hanggodo Beri Ultimatum 3 Hari, Ini Dia Rencana Gila di Baliknya!

55 NEWS – Bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, khususnya wilayah Aceh Tamiang, telah memicu kekhawatiran serius terhadap kelancaran arus logistik dan stabilitas aktivitas ekonomi masyarakat. Menanggapi kondisi darurat yang berpotensi melumpuhkan roda perekonomian ini, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, dengan tegas menginstruksikan seluruh jajaran petugas lapangan untuk menerapkan sistem kerja 24 jam tanpa henti. Langkah drastis ini diambil demi mempercepat proses pemulihan infrastruktur jalan, dengan target ambisius fungsionalitas jalan nasional di Aceh Tamiang dapat kembali optimal dalam kurun waktu 3 hingga 4 hari ke depan.

COLLABMEDIANET

Instruksi Menteri Dody bukan tanpa alasan. Terganggunya akses jalan utama berpotensi besar menghambat distribusi barang dan jasa, yang pada akhirnya dapat memicu kelangkaan dan lonjakan harga, serta melumpuhkan sektor perdagangan dan mobilitas warga. "Saya minta kita bekerja 24 jam untuk mengejar waktu. Pagi sampai sore fokus mengumpulkan lumpur dari lorong-lorong kanan dan kiri jalan, kemudian malam hingga subuh kita maksimalkan membersihkan area tengah kota. Harus ada shift kerja yang terkoordinasi dan efisien," tegas Menteri Dody dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (26/12/2025), sebagaimana dilansir oleh 55tv.co.id.

Aceh Tamiang Terancam Krisis Logistik? Menteri Dody Hanggodo Beri Ultimatum 3 Hari, Ini Dia Rencana Gila di Baliknya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kementerian PU mencatat, setidaknya ada tiga ruas jalan yang krusial terdampak bencana di Provinsi Aceh, meliputi satu ruas jalan nasional vital dan dua ruas jalan daerah. Prioritas utama penanganan saat ini adalah pembersihan masif endapan lumpur dan sedimentasi yang menutupi badan jalan, yang menjadi penghalang utama kelancaran lalu lintas.

Fokus utama penanganan jalan nasional berada pada Ruas Jalan Kota Kuala Simpang – Batas Provinsi Sumatera Utara. Meskipun ruas ini mengalami dampak signifikan akibat endapan lumpur tebal, kabar baiknya adalah seluruh jembatan nasional yang melintasi wilayah Aceh Tamiang dilaporkan dalam kondisi kokoh dan aman untuk dilalui, memastikan tidak ada hambatan struktural yang lebih besar. Kementerian PU optimis bahwa pembersihan total ruas jalan nasional ini dapat dituntaskan dalam waktu yang telah ditetapkan, yakni 3 hingga 4 hari ke depan.

Menteri Dody juga menyoroti tantangan di lapangan, terutama terkait kepadatan lalu lintas. "Dari batas masuk Kota Tamiang sampai jembatan masih banyak lumpur, saya minta dipercepat. Memang kendalanya di lapangan, lalu lintas dari pagi sampai sore sangat padat, sehingga pekerjaan menjadi lebih sulit. Namun, justru karena itu kita harus memanfaatkan waktu malam dengan maksimal, agar target pemulihan dapat tercapai tanpa menunda lebih lama lagi," jelasnya, menekankan pentingnya strategi kerja di tengah keterbatasan operasional.

Pemulihan cepat akses jalan ini diharapkan tidak hanya mengembalikan mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi kunci vital dalam menjaga stabilitas pasokan logistik, mencegah potensi krisis ekonomi, dan memastikan aktivitas perdagangan serta distribusi dapat segera bangkit kembali di wilayah yang terdampak. Langkah proaktif ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga denyut nadi perekonomian daerah di tengah tantangan bencana alam.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar