55 NEWS – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampil meyakinkan, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga integritas pagu anggaran program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah gejolak ekonomi global yang menuntut kehati-hatian fiskal, Purbaya memastikan alokasi dana untuk program prioritas ini tidak akan mengalami pemotongan. Namun, ia memberi sinyal kuat bahwa efisiensi ketat akan diterapkan, menyasar belanja-belanja yang dinilai tidak produktif dan tidak relevan langsung dengan tujuan utama program.

Related Post
Penegasan ini sekaligus menepis spekulasi yang beredar mengenai potensi pemangkasan anggaran MBG. Purbaya menjelaskan bahwa fokus Kementerian Keuangan adalah optimalisasi, bukan pemotongan. "Jadi, MBG tidak akan dipotong, kecuali untuk bagian program yang memang tidak produktif," tegas Purbaya saat ditemui 55tv.co.id di Pasar Tanah Abang, Senin (9/3/2026). Ia menambahkan, "Jika ada pengajuan belanja untuk item seperti pembelian motor atau komputer yang tidak memiliki korelasi langsung dengan penyediaan makanan bergizi, maka kami akan coret. Terutama yang tidak esensial dan tidak berhubungan langsung dengan substansi makanan yang akan diberikan."

Mengingat skala dan dampak program MBG yang sangat masif, pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan memberlakukan sistem evaluasi dan pemantauan berkelanjutan. Purbaya mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu satu bulan ke depan, pihaknya akan secara intensif memonitor efektivitas setiap pengeluaran. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap rupiah anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan nilai manfaat maksimal bagi masyarakat penerima.
"Kami akan terus memantau dari waktu ke waktu. Anggaran MBG tidak kami potong, namun kami pastikan bahwa setiap belanja yang dilakukan betul-betul efektif dan efisien," jelas Purbaya, menggarisbawahi komitmen Kemenkeu. "Proses pengawasan ini akan kami lakukan sambil melihat perkembangan dalam satu bulan ke depan," pungkasnya, menunjukkan pendekatan yang adaptif dan responsif terhadap implementasi program di lapangan.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar