Badai Geopolitik Menerjang! Analis Ungkap Potensi Emas Dunia Terbang ke USD4.505, Logam Mulia Tembus Rp2,6 Juta: Kesempatan Emas atau Jebakan?

Badai Geopolitik Menerjang! Analis Ungkap Potensi Emas Dunia Terbang ke USD4.505, Logam Mulia Tembus Rp2,6 Juta: Kesempatan Emas atau Jebakan?

55 NEWS – Pasar komoditas global bersiap menghadapi gejolak signifikan pada pekan pertama Januari 2026, dengan harga emas dunia dan logam mulia domestik diproyeksikan melonjak tajam. Analis terkemuka mengindikasikan bahwa eskalasi ketegangan geopolitik dan dinamika politik internal Amerika Serikat akan menjadi katalis utama pendorong kenaikan harga.

COLLABMEDIANET

Ibrahim Assuaibi, seorang pengamat pasar uang dan komoditas yang dihormati, secara lugas memproyeksikan potensi kenaikan harga yang fantastis. "Ada kemungkinan besar di minggu depan sampai hari Sabtu, Sabtu pagi kemungkinan kalau harga emas dunia naik, harga logam mulia itu di Rp2.610.000," ungkap Ibrahim dalam rilis proyeksinya yang diterima 55tv.co.id, Minggu (4/1/2026).

Badai Geopolitik Menerjang! Analis Ungkap Potensi Emas Dunia Terbang ke USD4.505, Logam Mulia Tembus Rp2,6 Juta: Kesempatan Emas atau Jebakan?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ibrahim merinci bahwa penutupan perdagangan Sabtu pagi menempatkan emas dunia di level USD4.332 per troy ounce, sementara harga logam mulia domestik tercatat Rp2.488.000 per gram. Untuk pergerakan sepekan ke depan, ia memaparkan dua skenario krusial. Skenario koreksi moderat menunjukkan jika emas dunia bergerak turun ke USD4.258 pada Senin, harga logam mulia domestik diperkirakan akan mengikuti ke Rp2.458.000. Namun, Ibrahim menegaskan bahwa skenario kenaikan jauh lebih dominan, di mana emas dunia berpotensi melesat ke USD4.426 pada pembukaan Senin pagi, mendorong harga logam mulia ke level Rp2.518.000. Potensi kenaikan lebih lanjut hingga USD4.505 juga tidak menutup kemungkinan jika tensi global terus memanas.

Pemicu utama gejolak pasar ini adalah serangkaian peristiwa geopolitik yang memanas di awal tahun. Ibrahim secara khusus menyoroti insiden serangan drone terhadap kediaman resmi Presiden Rusia Vladimir Putin, yang dengan cepat memicu respons balasan masif dari Rusia ke Ukraina. Selain itu, ketegangan di Iran juga menjadi sorotan, menyusul intervensi Amerika Serikat terhadap demonstrasi besar-besaran di negara tersebut. Situasi ini secara kolektif meningkatkan ketidakpastian global, mendorong investor untuk mencari aset lindung nilai seperti emas. Dengan demikian, pasar emas diperkirakan akan menjadi barometer utama sentimen risiko global di pekan mendatang, menawarkan peluang sekaligus tantangan bagi para pelaku pasar.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar