55tv.co.id – Badan Pusat Statistik BPS Indonesia tengah gencar menggali strategi mutakhir untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mendatang. Demi mencapai akurasi data yang optimal lembaga statistik nasional ini tak segan menimba ilmu dari pengalaman sukses Tiongkok dalam mengelola sensus berskala raksasa.

Related Post
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa pihaknya telah berdiskusi intensif dengan delegasi dari National Bureau of Statistics NBS China. Pertukaran pikiran ini bertujuan untuk menyempurnakan metodologi pengumpulan data sektor usaha di Tanah Air. Amalia menekankan pentingnya pembelajaran dari negara-negara yang telah berpengalaman termasuk Tiongkok yang baru saja merampungkan Sensus Ekonomi 2024 mereka.

Dalam sebuah acara Deklarasi Sensus Ekonomi 2026 Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta pada Senin 13 Juli 2026 Amalia memaparkan skala sensus yang dilakukan Tiongkok. Negara Tirai Bambu itu mengerahkan lebih dari 21 juta petugas sensus yang bekerja keras selama empat bulan dari Januari hingga April 2024 untuk mencacah seluruh unit usaha di negaranya. Angka ini jauh melampaui 251 ribu petugas sensus yang pernah diterjunkan di Indonesia pada sensus sebelumnya.
Inovasi mencolok dalam sensus lima tahunan Tiongkok adalah penggabungan langsung survei input-output ke dalam proses sensus ekonomi nasional. Ini merupakan langkah progresif yang memungkinkan data yang lebih komprehensif dan terintegrasi. BPS Indonesia sangat tertarik untuk mempelajari pendekatan ini guna meningkatkan kualitas data ekonomi domestik. Amalia menambahkan bahwa dedikasi serupa dalam menggelar sensus ekonomi secara rutin setiap lima tahun juga menjadi praktik standar di banyak negara maju lainnya.










Tinggalkan komentar