55 NEWS – Langit Indonesia bersiap menghadapi lonjakan aktivitas penerbangan signifikan menjelang periode angkutan Lebaran 2026, dengan proyeksi kenaikan trafik mencapai 4,5% dari kondisi normal. Namun, di balik geliat mobilitas udara ini, AirNav Indonesia menyuarakan kewaspadaan tinggi terhadap ancaman laten yang dapat mengganggu keselamatan navigasi: kemunculan balon udara liar. Peringatan serius ini disampaikan Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/3/2026), sebagaimana dilaporkan 55tv.co.id.

Related Post
Setio Anggoro menekankan bahwa meskipun AirNav gencar melakukan kampanye edukasi tentang bahaya balon udara liar melalui berbagai platform, penanganan isu krusial ini tidak bisa diemban sendirian oleh otoritas penerbangan. "Peran serta aktif masyarakat sangat fundamental dalam menjaga integritas keselamatan penerbangan, khususnya dalam konteks kemunculan balon udara liar yang kerap menjadi fenomena musiman saat Lebaran," ujar Setio, menggarisbawahi kolaborasi lintas sektor yang esensial.

Wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Wonosobo dan Kota Pekalongan, secara historis menjadi episentrum aktivitas balon udara liar. Namun, Setio mengungkapkan bahwa indikasi serupa kini mulai terdeteksi di beberapa area lain, memperluas cakupan kewaspadaan. Lebih lanjut, Setio menjelaskan bahwa kenaikan volume penerbangan saat Lebaran bukan hanya menuntut fokus pada balon udara. AirNav juga meningkatkan mitigasi risiko terhadap beragam potensi bahaya lainnya yang dapat mengancam operasional penerbangan.
Daftar potensi hazard yang menjadi perhatian serius meliputi cuaca ekstrem yang tidak terduga, sebaran abu vulkanik dari gunung berapi aktif, ancaman bird strike (tabrakan burung), serta potensi gangguan operasional baik di tingkat bandara maupun maskapai penerbangan. Untuk mengantisipasi segala kemungkinan, Setio menegaskan bahwa seluruh personel operasional AirNav diinstruksikan untuk mengintensifkan disiplin dalam menjalankan prosedur standar dan memperkuat koordinasi antarunit. Langkah ini krusial demi memastikan kelancaran dan keselamatan seluruh pergerakan pesawat di ruang udara Indonesia selama periode krusial Lebaran.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar