55tv.co.id – Raksasa petrokimia milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), berhasil mencetak performa keuangan yang sangat impresif pada paruh pertama tahun 2026. Perusahaan ini membukukan pendapatan yang menembus angka fantastis 5,3 miliar dolar Amerika Serikat, atau setara dengan Rp95,7 triliun, dengan asumsi kurs Rp18.073 per dolar AS.

Related Post
Tak hanya itu, emiten berkode TPIA ini juga sukses meraup laba bersih sebesar 371,2 juta dolar AS, atau sekitar Rp6,70 triliun. Kinerja gemilang ini turut ditopang oleh perolehan EBITDA yang mencapai 802,6 juta dolar AS. Angka-angka ini menunjukkan ketangguhan perusahaan di tengah dinamika pasar global.

Andre Khor, Group CFO dan Direktur Chandra Asri Group, mengungkapkan bahwa di tengah gejolak industri global, fokus utama perseroan adalah menjaga stabilitas kinerja jangka pendek. Namun, lebih dari itu, setiap langkah transformasi dijalankan dengan disiplin tinggi untuk membangun fondasi pertumbuhan yang kokoh dan terdiversifikasi di masa mendatang.
Pencapaian pada semester pertama 2026 ini menjadi bukti nyata keberhasilan strategi tersebut. Model bisnis terintegrasi perusahaan semakin kuat, sekaligus merefleksikan suksesnya transformasi Chandra Asri Group menjadi platform regional yang terkemuka di sektor energi, kimia, dan infrastruktur.
Ke depan, Chandra Asri berkomitmen untuk terus menjalankan strategi pertumbuhan melalui investasi yang terukur dan disiplin. Penguatan struktur permodalan serta penyelesaian proyek-proyek strategis seperti CA-EDC menjadi prioritas utama guna memperkuat daya saing di kancah Asia Tenggara.
Sejalan dengan visi pertumbuhan jangka panjang, Perseroan juga aktif memperkuat struktur permodalannya. Ini terwujud melalui penyelesaian penerbitan Obligasi Berkelanjutan V yang mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) signifikan. Selain itu, porsi saham beredar bebas (free float) berhasil ditingkatkan menjadi 25,7%.
Langkah strategis ini memberikan fleksibilitas pendanaan yang lebih besar, meningkatkan likuiditas perdagangan saham, serta memperkuat tata kelola perusahaan. Hal ini secara otomatis meningkatkan daya tarik Chandra Asri Group di mata para investor, baik di dalam negeri maupun di pasar global.
Di sektor kimia, TPIA tak henti memperluas kapabilitas regionalnya. Pembangunan Pabrik Chandra Asri Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) kini telah mencapai 72% dan memasuki fase krusial pembangunan infrastruktur utama. Proyek strategis nasional ini diproyeksikan akan memulai operasi komersial sesuai target pada tahun 2027.
Selain itu, Perseroan juga telah mengambil Keputusan Investasi Akhir (FID) untuk proyek ekspansi ekspor C2 senilai 80 juta dolar AS. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekspor, memperkuat fleksibilitas rantai pasok, serta mengoptimalkan integrasi operasional Aster di Singapura dengan fasilitas hilir Chandra Asri Group di Indonesia.










Tinggalkan komentar