55 NEWS – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sukses menggelar Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar di Lampung pada 17 Januari 2026. Acara ini bukan sekadar agenda pemberdayaan ekonomi, melainkan sebuah panggung inspirasi yang mempertemukan kisah-kisah nyata perjuangan para perempuan pengusaha ultra mikro, yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga di tengah berbagai keterbatasan.

Related Post
Di antara ratusan nasabah PNM Mekaar yang hadir, cerita Sri Wahyuningsih menonjol sebagai representasi ketangguhan banyak ibu prasejahtera. Empat tahun silam, Sri adalah seorang ibu rumah tangga yang berjuang keras menghadapi kondisi ekonomi ekstrem. Keterbatasan begitu nyata, bahkan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, satu butir telur harus dibagi tiga demi keluarganya. Pilihan hidupnya kerap dihadapkan pada dilema berat: membayar ongkos sekolah anak atau memastikan ada makanan di meja hari itu.

Berbekal tekad kuat dan peralatan dapur seadanya, Sri memulai usaha basreng (bakso goreng) dari rumah. Meskipun modal yang dimiliki sangat terbatas, semangatnya tak pernah padam. Titik balik kehidupannya dimulai setelah ia bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar. Dengan pendampingan dan akses permodalan, usahanya perlahan namun pasti mulai menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Kini, bayang-bayang kekhawatiran finansial yang dulu menghantui Sri telah sirna. Anak-anaknya dapat bersekolah dengan layak, bahkan sang anak turut aktif membantu berjualan di sekolah, menumbuhkan pemahaman tentang etos kerja keras sejak dini. "Dulu hidup kami sangat sulit. Anak saya pernah tidak bisa ikut ujian karena belum melunasi SPP. Biaya SPP 70 ribu saja terasa sangat berat. Kami harus membagi satu telur untuk tiga orang. Jika uangnya dipakai untuk sekolah, kami tidak makan," kenang Sri Wahyuningsih, nasabah PNM Mekaar Lampung, dengan mata berkaca-kaca. "Namun, setelah mengenal PNM, perlahan semua berubah. Anak saya bisa sekolah hingga SMA, dan mereka ikut membantu berjualan. Saya mengajarkan mereka untuk terus berjuang."
PKU Akbar Lampung sendiri dirancang dengan beragam program pendampingan komprehensif. Mulai dari coaching clinic cooking class untuk meningkatkan keterampilan kuliner, coaching clinic handicraft untuk mengembangkan potensi kerajinan tangan, hingga layanan cek kesehatan gratis yang menunjukkan perhatian PNM terhadap kesejahteraan nasabah secara holistik. Sebanyak 500 nasabah PNM Mekaar turut serta dalam kegiatan ini, merasakan langsung manfaat pendampingan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan usaha, tetapi juga peningkatan kualitas hidup.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, turut menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peran vital para ibu nasabah PNM Mekaar. Ia menyoroti kemampuan mereka dalam menopang perekonomian keluarga di tengah berbagai tantangan. "Saya sangat bangga dengan ibu-ibu sekalian. Ibu adalah sosok yang luar biasa. Tidak hanya mengemban tugas mengurus anak dan suami, tetapi ibu-ibu juga mampu menjadi pilar penopang ekonomi keluarga, memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan," ujarnya, memuji resiliensi para perempuan pengusaha.
Keberhasilan PNM dalam memberdayakan perempuan ultra mikro seperti Sri Wahyuningsih menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, potensi ekonomi di tingkat akar rumput dapat dioptimalkan, menciptakan gelombang transformasi positif bagi keluarga dan komunitas.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar