55 NEWS – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menunjukkan komitmennya dalam mendukung ekonomi berkelanjutan dengan menggelar aksi sosial bertajuk RE3 (Reduce, Re-Love, Restyle). Inisiatif ini berhasil mengumpulkan 60 kilogram celana jeans layak pakai dari para karyawan PNM, yang kemudian didonasikan kepada Aan, seorang nasabah PNM Mekaar yang kreatif.

Related Post
Aan, seorang pengusaha ultra mikro yang gigih, memanfaatkan donasi tersebut untuk mengembangkan bisnis daur ulang jeans-nya menjadi produk fashion kekinian yang menarik. Dari tumpukan jeans bekas, Aan berhasil menciptakan tas-tas unik, vest bergaya, dan berbagai aksesoris lainnya yang memiliki nilai jual tinggi.

Program RE3 sendiri merupakan wujud kepedulian PNM terhadap isu lingkungan. Melalui aksi ini, karyawan PNM diajak untuk melakukan decluttering pakaian layak pakai, khususnya jeans, yang sudah tidak terpakai. Hal ini sekaligus menjadi sarana edukasi tentang pentingnya mengurangi limbah tekstil melalui pendekatan reuse dan restyle.
Donasi jeans ini menjadi angin segar bagi Aan, yang sangat membutuhkan bahan baku tambahan untuk meningkatkan kapasitas produksinya dan memperluas jangkauan pasar. Kebanggaan tersendiri bagi Aan, salah satu hasil karyanya bahkan pernah dikenakan oleh musisi ternama, Ndarboy. Ini membuktikan bahwa karya sederhana dari tangan pengusaha ultra mikro pun mampu bersaing dan menginspirasi banyak orang.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapatkan donasi jeans sebanyak 60 kilogram dari karyawan PNM. Ini merupakan support yang sangat berarti bagi kami. Mudah-mudahan kami bisa memproduksi lebih banyak lagi ke depannya," ujar Aan dengan penuh semangat. Baginya, PNM bukan hanya sekadar lembaga pembiayaan, tetapi juga mitra yang peduli terhadap perkembangan dan keberlanjutan usahanya.
PNM memaknai aksi RE3 ini sebagai perwujudan nilai dasar "Tumbuh Bersama" yang menjadi semangat seluruh karyawan. Dengan mendukung pengusaha ultra mikro seperti Aan, PNM berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar