55tv.co.id – Mata uang rupiah kembali tertekan di hadapan dolar Amerika Serikat. Pada penutupan perdagangan Kamis 30 Juli 2026 nilai tukar rupiah anjlok 38 poin atau sekitar 0,21 persen, mengakhiri hari di level Rp18.111 per dolar AS. Pelemahan ini tak lepas dari gejolak geopolitik global yang kian memanas, terutama di kawasan Timur Tengah.

Related Post
Menurut pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, salah satu pemicu utama datang dari eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump baru-baru ini melontarkan ancaman serangan terhadap Iran. Ancaman ini menyusul insiden serangan rudal Iran yang menyasar pangkalan militer AS di Yordania.

Situasi semakin genting ketika AS dan Arab Saudi melancarkan serangan terhadap pasukan paramiliter yang didukung Iran di Irak. Ini menjadi kali pertama Arab Saudi secara terbuka berpartisipasi dalam serangan udara AS sebagai respons atas serangan pesawat nirawak yang menargetkan fasilitas minyak Saudi, yang diduga diluncurkan dari Irak.
Tak berhenti di situ, Komando Pusat AS juga mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan serangan selama dua jam terhadap Iran. Aksi militer ini menandai berakhirnya jeda serangan AS terhadap Iran yang telah berlangsung sejak akhir pekan sebelumnya.
Dampak konflik ini meluas hingga ke jalur perdagangan vital. Iran diketahui telah menutup jalur perairan strategis yang sebelumnya menjadi urat nadi bagi sekitar seperlima aliran minyak dan gas dunia. Penutupan ini terjadi setelah pecahnya perang antara AS dan Israel pada 28 Februari lalu.
Selain itu, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman, juga telah memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah sejak 20 Juli. Blokade ini mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Bab el-Mandeb. Meskipun demikian, sejumlah muatan, khususnya yang diangkut oleh kapal tanker yang terafiliasi dengan Tiongkok, dilaporkan masih dapat mengalir ke pasar global.










Tinggalkan komentar